RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government.
Penguatan tersebut diharapkan mampu mewujudkan layanan publik yang semakin terintegrasi, cepat, dan akurat.
Hal itu disampaikan Mendagri saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Salah satu langkah yang tengah dilakukan pemerintah adalah memperkuat integrasi identitas digital melalui kolaborasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya dalam pelayanan akta kelahiran secara daring.
"Sekarang kami mau integrasikan dengan Kemenkes, nanti launching hari Jumat. Setiap anak yang lahir di fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan, baik rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, maupun puskesmas, akan langsung terhubung. Begitu bayi lahir, Kemenkes akan menyampaikan informasi kepada Dukcapil, kemudian Dukcapil menerbitkan akta kelahiran secara online," ujar Tito.
Baca juga : Permintaan Kabel Bawah Laut Naik, Telkom Bidik Peluang Bisnis AI Global
Menurutnya, inovasi tersebut akan mempermudah masyarakat karena pelayanan administrasi kependudukan dapat dilakukan secara cepat dan real time.
Karena itu, ia meminta jajaran Ditjen Dukcapil maupun Dinas Dukcapil di daerah memastikan seluruh layanan digital berjalan optimal.
Mendagri menegaskan bahwa gangguan pada sistem digital akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah terus memperkuat berbagai aspek infrastruktur digital, mulai dari jaringan, sistem keamanan, backup system, peningkatan kapasitas bandwidth, hingga penguatan sumber daya manusia yang mengelola layanan digital.
Selain itu, sistem keamanan informasi juga terus disempurnakan sesuai standar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Baca juga : Komisi II Usulkan Percepat Pencairan Kekurangan DBH
"Oleh karena itu, sistem security-nya juga diperkuat menggunakan standar ISO 27001 yang merupakan standar BSSN, Badan Siber dan Sandi Negara," kata Tito.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap percepatan implementasi SPBE. Presiden telah menugaskan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), untuk memimpin pelaksanaan transformasi digital pemerintahan di Indonesia.
Dalam implementasinya, data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil menjadi fondasi utama.
"Ditambah lagi dengan satu lagi, yaitu Satu Data Indonesia. Undang-undangnya sedang berproses. Dua-duanya menggunakan fondasi data Dukcapil," ujarnya.
Menurut Tito, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah sehingga program yang menyasar masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran.
Baca juga : Sekjen Kemendagri Harap Pamong Praja Muda IPDN Jadi Agen Perubahan di Daerah
Sebelum membuka Rakornas Dukcapil, Mendagri menyerahkan penghargaan IKD Dukcapil Prima Award kepada sejumlah daerah yang dinilai berhasil dalam implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Penghargaan diberikan kepada Kabupaten Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Wonogiri, Kota Magelang, Kota Madiun, Kota Padang Panjang, dan Kota Parepare.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.
Lalu, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan, serta para pejabat kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.