BREAKING NEWS
 

Dukung Swasembada Pangan, Menteri PU Tancap Gas Bangun Irigasi dan Jalan Merauke

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 4 Agustus 2026 12:27 WIB
Foto: Kementerian PU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan jaringan irigasi, infrastruktur pengendalian banjir, dan jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan infrastruktur pangan tidak boleh berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik semata.

Menurutnya, infrastruktur harus mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi agar kesejahteraan petani ikut meningkat.

"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," ujar Dody dalam keterangannya.

Hingga Juli 2026, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah membangun saluran irigasi primer di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke sepanjang 44 kilometer atau sekitar 32,5 persen dari target 135,4 kilometer.

Pembangunan saluran irigasi sekunder juga terus berjalan dengan progres mencapai 16,31 kilometer dari target 61,6 kilometer atau sekitar 26,5 persen.

Baca juga : Bendungan Keureuto Jaga Pasokan Air Aceh Saat Musim Kemarau

Jaringan tersebut berfungsi mengalirkan sekaligus mendistribusikan air ke kawasan pertanian. Sementara itu, pembangunan jaringan irigasi di lahan percontohan seluas 1.200 hektare telah mencapai 88 persen.

Dari total kebutuhan sepanjang 24,2 kilometer, sebanyak 20,45 kilometer jaringan telah selesai dikerjakan.

Selain menjamin pasokan air bagi pertanian, Kementerian PU juga membangun infrastruktur pengendalian banjir mengingat karakteristik kawasan Wanam yang didominasi lahan rawa.

Hingga saat ini, progres pembangunan Paket I mencapai 39,02 persen, sedangkan Paket II mencapai 36,65 persen. Infrastruktur tersebut dinilai penting karena pengelolaan air di kawasan rawa tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan saat musim kemarau, tetapi juga mengendalikan kelebihan air ketika curah hujan tinggi.

Pangkas Biaya Logistik

Untuk mendukung konektivitas kawasan pangan, Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan KSPP Wanam–Muting. Jalan ini diharapkan memperlancar distribusi pupuk, benih, alat pertanian, hingga hasil panen sekaligus menekan biaya logistik.

Adsense

Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I telah mencapai progres 3,59 persen, melampaui target rencana sebesar 1,30 persen.

Baca juga : Tinjau Sekolah Rakyat Mamuju, Menteri Dody Targetkan Rampung Akhir Agustus

Meski konstruksi masih berlangsung, sepanjang 58 kilometer ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan. Sementara itu, pembangunan Segmen II telah mencapai progres 10,06 persen.

Dari target sepanjang 80 kilometer, sekitar 50 kilometer trase jalan telah berhasil dibuka. Pembangunan kawasan Wanam merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi pangan baru di Indonesia bagian timur. Namun demikian, luas kawasan yang tersedia belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan lahan untuk ditanami.

Kesiapan jaringan irigasi, drainase, jalan, benih, pupuk, alat pertanian, tenaga kerja, hingga pengelolaan lahan tetap harus dipastikan secara terpadu.

Kementerian PU juga menegaskan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan serta hak-hak masyarakat adat.

Pengembangan kawasan pangan skala besar di Merauke sebelumnya juga menghadapi tantangan berupa tata air, kesesuaian lahan, hingga persoalan penguasaan tanah.

Bendungan Harus Terhubung ke Sawah

Dukungan Kementerian PU terhadap ketahanan pangan tidak hanya dilakukan di Merauke. Secara nasional, Menteri Dody mendorong agar setiap pembangunan bendungan diikuti penyelesaian jaringan irigasi hingga benar-benar mengalirkan air ke lahan pertanian.

Baca juga : Menembus Pegunungan Papua, Kementerian PU Kebut Jalan Mamberamo–Elelim

Saat ini pemerintah masih menyelesaikan pembangunan 15 bendungan yang ditargetkan rampung sebelum 2029. Jika seluruh bendungan beserta jaringan irigasinya beroperasi, luas layanan irigasi diproyeksikan meningkat dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare.

Luas tanam diperkirakan bertambah dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare. Produksi pertanian juga diproyeksikan meningkat dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun, sedangkan indeks pertanaman naik dari 150 persen menjadi 262 persen.

Pemerintah juga telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Kebijakan tersebut memberi ruang bagi pemerintah pusat untuk membantu penanganan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Selama ini, pembagian kewenangan kerap menyebabkan jaringan irigasi tidak tersambung secara utuh. Saluran utama telah tersedia, tetapi air belum mengalir ke sawah karena saluran sekunder atau tersier mengalami kerusakan.

Selain proyek berskala besar, Kementerian PU juga menjalankan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Pada 2026, program perbaikan jaringan irigasi berbasis masyarakat tersebut ditargetkan menjangkau 12.000 lokasi di berbagai daerah.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi nasional pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras untuk konsumsi penduduk juga naik dari 30,62 juta ton menjadi 34,69 juta ton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense