BREAKING NEWS
 

OMC Terkendala Cuaca, Menhut Andalkan Water Bombing Bromo

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 10 Agustus 2026 13:43 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat diandalkan untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Kondisi cuaca membuat peluang pelaksanaan OMC dalam 10 hari ke depan dinilai sangat kecil.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah kini memperkuat strategi pemadaman melalui operasi water bombing dari udara dan pengerahan pasukan darat.

Kedua upaya tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan hingga api benar-benar padam.

Baca juga : Menhut Raja Juli Antoni Cek Kebakaran Bromo, Pastikan Penanganan Terkoordinasi

Raja Juli mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca di kawasan TNBTS.

Berdasarkan perhitungan teknokratik BMKG, peluang pelaksanaan OMC dalam 10 hari mendatang sangat kecil.

Adsense

“Operasi Modifikasi Cuaca tidak bisa dilakukan sampai 10 hari ke depan. Tadi sudah saya telepon langsung kepada Kepala BMKG, tadi juga ada staf beliau yang datang. Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC,” ujar Raja Juli usai mengecek kondisi kebakaran di kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026).

Karena itu, strategi pemadaman akan difokuskan pada dua kekuatan utama, yakni operasi water bombing dari udara dan pengerahan pasukan darat.

Baca juga : Suhu Memanas, Karhutla Dan Kekeringan Meluas

Kedua upaya tersebut akan terus dilakukan sampai api benar-benar padam dan kawasan TNBTS dapat kembali beroperasi.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan: satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” katanya.

Raja Juli menegaskan, operasi water bombing akan terus dilakukan hingga kondisi kebakaran benar-benar terkendali.

Operasi udara tersebut tidak akan dihentikan sebelum kawasan dinyatakan aman dan seluruh aktivitas dapat kembali berjalan.

Baca juga : DPR Minta Kebakaran Bromo Ditangani, Usut Penyebabnya

“Hari ini 30 water bombing, tinggal 10 lagi karena sudah 20. Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi, baru nanti water bombing-nya berhenti,” tegas Menhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense