RM.id Rakyat Merdeka - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini mengatakan, teknologi tidak boleh menjadi tujuan akhir transformasi birokrasi. AI harus ditempatkan sebagai alat untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Rini dalam Rapat Koordinasi Nasional Sumber Daya Manusia Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tahun 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
“Keberhasilan transformasi tidak diukur dari kecanggihan sistem dan teknologi, melainkan dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rini.
Dalam kegiatan tersebut, BPOM meluncurkan empat aplikasi manajemen ASN berbasis AI. Rini mengapresiasi inovasi tersebut karena sejalan dengan arah transformasi pemerintahan digital.
Baca juga : Golkar Totalitas Dukung Kebijakan Pro Rakyat
Menurutnya, pemanfaatan AI tidak hanya dapat menyederhanakan layanan kepada masyarakat, juga memperkuat layanan internal Pemerintahan. Termasuk dalam pengelolaan talenta dan pelayanan kepegawaian.
AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan manajemen ASN, mulai dari perencanaan kebutuhan pegawai, pengelolaan kinerja, pemetaan talenta dan karier, hingga pengembangan kompetensi.
Meski demikian, dia menegaskan, AI tetap merupakan alat bantu dan tidak menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatannya harus didukung data berkualitas, keamanan data, tata kelola yang baik, serta kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, transformasi digital bagian dari upaya memperkuat pengelolaan SDM dan penerapan sistem merit di lingkungan BPOM.
Pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan objektivitas dalam pengelolaan talenta, sekaligus memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan kompetensi dan karier berdasarkan kapasitas serta kinerja.
Baca juga : PAN NTB Kini Dipimpin Mendag Budi Santoso
“Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia tidak akan pernah berhasil jika hanya berfokus pada teknologi. Kunci utamanya adalah manusianya. AI adalah alat bantu dan kuncinya tetap pada sumber daya manusia,” kata Taruna.
Menurutnya, penguatan SDM dan teknologi semakin penting karena tantangan pengawasan obat dan makanan terus berkembang. Termasuk akibat meningkatnya perdagangan produk melalui platform digital dan lintas negara.
Diungkapkan, pada 2025 BPOM mengidentifikasi sekitar 1,3 juta tautan yang berkaitan dengan obat, makanan, kosmetik dan suplemen yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi itu menuntut kungan BPOM.
Pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan objektivitas dalam pengelolaan talenta, sekaligus memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan kompetensi dan karier berdasarkan kapasitas serta kinerja.
BPOM memiliki sistem pengawasan yang lebih cepat, adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadapi peredaran produk ilegal atau yang tidak memenuhi ketentuan di ruang digital.
Baca juga : Lebih Seabad Menjaga Nyala Energi Indonesia
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh turut mengapresiasi konsistensi BPOM menerapkan manajemen talenta dan meningkatkan kelengkapan data kepegawaian.
Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam penerapan meritokrasi, khususnya dalam pengelolaan sekitar 6.400 ASN BPOM.
“Ini akan berdampak luar biasa dalam rangka pelayanan publik untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan,” ujar Zudan.
Dengan pengelolaan talenta yang lebih baik, Pemerintah dapat menempatkan pegawai berdasarkan kompetensi dan kinerja, sehingga kebutuhan organisasi dapat dipenuhi oleh SDM yang sesuai. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 20 Agustus 2026 dengan judul "Teknologi Bukan Tujuan Akhir Transformasi Birokrasi, Menteri Rini: AI Hanya Alat, Tak Gantikan Peran Manusia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.