BREAKING NEWS
 

1 Tahun Jadi Menkeu Berat Badan Turun

Purbaya Pede, Tahun Ini Ekonomi Dekati 6%

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 9 September 2026 07:49 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti Raker dengan Banggar DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Karena kompleksnya mengurus uang negara, berat badan Purbaya sampai turun. Meski begitu, Purbaya percaya diri bisa bawa ekonomi Indonesia tumbuh dekati 6 persen akhir tahun ini.

Purbaya dilantik menjadi Menkeu oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani.

Saat ditanya  kesannya menjadi Menkeu, Purbaya yang dikenal sebagai menteri bergaya koboi itu, menunjukkan perubahan berat badannya kepada wartawan.

"Paling gampang kalau lihat berat badan saya, kan? Pas jadi menteri saya 102 kg. Sekarang 97 kg atau 98 kg, itu sudah recover, kemudian turun ke 88 kg. Berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan," ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Purbaya mengatakan, pada awal masa kerjanya, perekonomian Indonesia dihantam krisis kepercayaan. Karena itu, dia bergerak cepat untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.

Caranya, kata dia, dengan menerapkan konsep macroeconomic self-fulfilling prophecy atau membentuk ekspektasi ekonomi yang positif. "Jadi, kita membentuk ekspektasi," kenangnya.

Baca juga : Presiden Bicara Bencana: Takdir Kita Ada di Ring of Fire

Menurut Purbaya, ketika semua pihak berpikir ekonomi dalam kondisi baik, investor tidak takut berinvestasi. Masyarakat pun tidak segan berbelanja dan perusahaan dapat berekspansi karena meyakini kondisi ekonomi membaik.

Sebaliknya, ketika semua pihak berpikir ekonomi akan mengalami perlambatan, kondisi tersebut dapat semakin memperburuk perekonomian.

"Akibatnya kadang melambat terus bisa spiral ke bawah. Itu yang saya coba balik dengan tadi. Di depan agak sombong kata orang-orang tertentu," urai Purbaya.

Meski begitu, Purbaya mengatakan, Pemerintah tidak hanya berupaya membentuk ekspektasi positif. Pemerintah juga menerbitkan berbagai kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Adsense

"Sekarang kita lihat, boleh dibilang, selama setahun terakhir kan ekonominya udah lumayan stabil walaupun ada protes di sana-sini ya. Memang kita akan bakal keluar dari keterpurukan melambat signifikan," katanya.

Menurut dia, meski belum tumbuh kencang, ekonomi Indonesia berhasil keluar dari tren pertumbuhan 5 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,39 persen pada kuartal IV-2025, kemudian 5,61 persen pada kuartal I-2026, dan 5,29 persen pada kuartal II-2026.

Baca juga : Update Karhutla: 734 Hektar Masih Terbakar, 8 Korporasi Digarap Polisi

Purbaya menambahkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi akibat gangguan global. Namun, ia meyakini,ekonomi Indonesia bergerak menuju pertumbuhan 6 persen dan target tersebut berpeluang dicapai pada kuartal IV-2026.

"Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, tapi sekarang siap untuk gerakkan 6 persen lagi," kata Purbaya.

Optimisme tersebut muncul karena Purbaya melihat mesin pertumbuhan ekonomi mulai bergerak. Sektor swasta mulai bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya, sementara Pemerintah juga memainkan perannya dengan baik.

"Harusnya sih kalau ini dijaga terus, pertumbuhan 6 persen nggak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama," cetus mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kebijakan Purbaya lebih eksperimental dan propertumbuhan. Salah satunya melalui pengalihan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan untuk memperlonggar likuiditas dan mendorong kredit.

Dari sisi pertumbuhan, Yusuf menilai hasilnya cukup positif. Ekonomi tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV-2025, 5,61 persen pada kuartal I-2026, dan 5,29 persen pada kuartal II-2026 sehingga pertumbuhan semester I mencapai 5,45 persen.

Baca juga : 7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda

"Jadi, keberanian kebijakan memang membantu menjaga mesin ekonomi tetap berjalan," ulas Yusuf.

Untuk target pertumbuhan mendekati 6 persen pada kuartal IV-2026, kata dia, peluangnya tetap ada. Namun, kunci saat ini adalah memastikan kebijakan likuiditas tidak berhenti di sektor keuangan. Kredit harus benar-benar masuk ke sektor produktif, terutama UMKM, agar dampaknya terasa terhadap produksi dan lapangan kerja.

Sementara itu, Peneliti Indef Sugiyono Madelan mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan 6 persen, Purbaya perlu meningkatkan stimulus ekonomi, bukan justru menaikkan pajak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense