BREAKING NEWS
 

Gandeng ADBI

Bappenas Perkuat Kapasitas Perumusan Kebijakan Nasional

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Jumat, 11 September 2026 06:55 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyampaikan paparan dalam Bappenas-ADBI Joint Conference on Asian Countries’ Long-Term Development Visions di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Forum tersebut membahas strategi pembangunan jangka panjang dan penguatan kapasitas perumusan kebijakan nasional melalui pembelajaran antarnegara Asia. Foto: Dok. Kementerian PPN/Bappenas

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggandeng Asian Development Bank Institute (ADBI) untuk memperkuat kapasitas perumusan kebijakan nasional.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkaya pembelajaran dan praktik baik antarnegara Asia agar kebijakan pembangunan Indonesia lebih adaptif dan produktif.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, Indonesia membutuhkan perubahan cara tumbuh untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah menuju negara berpendapatan tinggi.

“Satu-satunya cara untuk bergerak maju adalah dengan tumbuh. Keluar dari jebakan pendapatan menengah membutuhkan sebuah transisi,” ujarnya dalam Bappenas-ADBI Joint Conference on Asian Countries’ Long-Term Development Visions di Jakarta, dikutip Kamis (10/9/2026).

Konferensi yang berlangsung 9 September 2026 itu membahas visi pembangunan jangka panjang sejumlah negara Asia. Forum digelar secara hibrid dari Kantor Bappenas, Jakarta, dengan menghadirkan pembelajaran dari Singapura, Jepang, Republik Korea, China, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Baca juga : Prabowo Baiknya Memilih Menteri Loyal, Sibuk Kerja

Rachmat menjelaskan, pola pertumbuhan berbasis tenaga kerja murah dan sumber daya alam perlu ditinggalkan secara bertahap. Produktivitas, inovasi, serta kemampuan manusia harus menjadi mesin pertumbuhan. “Untuk itu, kita perlu beralih dari pertumbuhan yang didorong oleh tenaga kerja berbiaya murah dan Sumber Daya Alam (SDA),” katanya.

Pengalaman negara-negara Asia menunjukkan pembangunan menuju negara berpendapatan tinggi membutuhkan visi panjang dan konsistensi. Strategi tersebut perlu ditopang investasi sumber daya manusia, teknologi, inovasi, serta tata kelola pemerintahan.

Menurut Rachmat, pengalaman negara-negara Asia juga memperlihatkan tidak ada satu formula yang bisa diterapkan secara seragam. Setiap negara memiliki kondisi awal berbeda sehingga strategi pembangunannya perlu disesuaikan.

Penguatan kapasitas perumusan kebijakan, lanjutnya, tidak berhenti pada pertukaran pengalaman. Kementerian PPN/Bappenas memperkenalkan Bappenas Institute sebagai platform untuk mendekatkan pengetahuan dengan pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.

Adsense

Bappenas Institute memiliki tiga fungsi utama, yakni Strategic Policy Intelligence, Planning Capability Development, serta Knowledge and Policy Collaboration. Ketiganya diarahkan untuk memperkuat kemampuan antisipasi, kapasitas perencanaan pusat dan daerah, serta kolaborasi lintas lembaga.

Baca juga : Gubernur Sulsel Minta Warga Tak Membeli Secara Berlebihan

“Tujuannya jelas, yaitu mengubah pengetahuan menjadi pilihan kebijakan yang lebih baik dan hasil pembangunan yang terukur,” tegas Rachmat.

Dia menilai, kolaborasi dengan ADBI menjadi ruang strategis untuk memperkaya perspektif dalam menyusun strategi pembangunan jangka panjang. Pembelajaran lintas negara tersebut penting untuk membangun kebijakan yang adaptif, produktif dan berdaya saing.

Dia mengajak Pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta dan mitra pembangunan memperkuat pertukaran pengetahuan. Bentuknya dapat berupa analisis bersama, program fellowship, dialog kebijakan dan pembelajaran kolaboratif.

“Bersama-sama, kita dapat mengubah visi jangka panjang menjadi sebuah disiplin kerja. Kita menjadi kuat karena bekerja bersama,” imbaunya.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menekankan, pentingnya kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan. Perencanaan jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan perkiraan tentang kondisi masa depan.

Baca juga : BTN Targetkan 2030 Kredit Non Perumahan Naik 30 Persen

“Pembangunan jangka panjang bukan tentang memprediksi masa depan secara sempurna, melainkan membangun kapasitas untuk merespons,” tuturnya.

Febrian menilai, masa depan Asia tidak hanya bergantung pada kecepatan pertumbuhan masing-masing negara. Kemampuan untuk saling belajar dan menerjemahkan ambisi jangka panjang menjadi implementasi berkelanjutan juga menjadi penentu.

Chief Executive Officer (CEO) ADBI Bambang Brodjonegoro menyoroti posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Indonesia tidak cukup hanya memperluas partisipasi dalam rantai produksi, tetapi harus menangkap nilai tambah domestik yang lebih besar.

“Pertanyaannya bukan lagi bagaimana kita masuk ke dalam rantai nilai global, tetapi bagaimana kita dapat menangkap lebih banyak nilai,” jelasnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 11 September 2026 dengan judul "Gandeng ADBI Bappenas Perkuat Kapasitas Perumusan Kebijakan Nasional"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense