Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- MU Trengginas, Carrick Soroti Transisi dan Pertahanan
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Kalau Republik Menang Pemilu Sela
Trump Iming-imingi Kasih Warga Cuan 5.000 Dolar
Jumat, 11 September 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengiming-imingi uang 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 87,6 juta (kurs Rp 17.535 per dolar AS) kepada setiap warga dewasa di Negeri Paman Sam jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas Kongres dalam Pemilu sela pada 3 November 2026.
Janji tersebut disampaikan Trump dalam pidatonya di Konvensi Partai Republik di Dallas, Texas, Rabu malam (9/9/2026). Trump menyebut programnya: “Trump Dividend”.
Namun, janji tersebut bukan berarti uang diberikan berdasarkan pilihan suara masing-masing pemilih. Trump mengaitkan pembayaran dengan hasil Pemilu secara keseluruhan. Jika Republik berhasil mempertahankan kendali atas DPR dan Senat, setiap warga dewasa AS akan mendapat uang tersebut.
Trump tidak merinci bagaimana mekanisme pembayaran akan dilakukan. Belum jelas pula kapan uang tersebut akan diberikan, bagaimana dasar hukum dan sumber pendanaannya.
Trump hanya mengatakan, uang tersebut harus dibelanjakan di wilayah AS. Dengan sekitar 270 juta warga dewasa di AS, pemberian 5.000 dolar AS per orang akan membutuhkan dana sekitar 1,35 triliun dolar AS atau Rp 23.674 triliun.
Baca juga : Yanni Melwani, Pemeran Utama Film Penyandang Disabilitas
Besarnya kebutuhan dana tersebut, Trump menghadapi pertanyaan mengenai kelayakan finansial dan mekanisme hukumnya.
Melansir Associated Press, Kamis (10/9/2026), Marc Goldwein, Direktur Kebijakan Senior di Committee for a Responsible Federal Budget, lembaga pemikir di Washington DC, mengatakan, Trump tidak memiliki kewenangan mengirimkan uang kepada warga AS tanpa persetujuan Kongres.
Goldwein mengatakan, dividen merupakan sesuatu yang dibayarkan perusahaan ketika memiliki surplus. Sementara, AS mengalami defisit tahunan sebesar 2 triliun dolar AS dan memiliki utang mencapai 40 triliun dolar AS.
“Gagasan bahwa kita telah mencapai keberhasilan fiskal justru terbalik dan nyaris menggelikan. Kita tidak memiliki surplus untuk dibagikan,” sentilnya.
Trump sebelumnya telah membahas kemungkinan pemberian dividen tersebut, tetapi belum pernah mengaitkannya dengan keberhasilan elektoral partainya. Awal tahun ini, dia mengusulkan dividen sebesar 2.000 dolar AS dan mengatakan tidak perlu mendapatkan persetujuan Kongres.
Baca juga : Ambil Alih Utang Whoosh, Purbaya Bayar Cicilan Rp 1 Triliun Per Tahun
Tahun lalu, Trump memberikan cek 1.776 dolar AS kepada anggota militer yang disebutnya sebagai “Warrior Dividend”.
“Saya akan menyiapkan Rancangan Undang-Undang agar kita dapat segera mengesahkan Trump Dividend setelah pemilu 3 November,” tulis Senator Republik Bernie Moreno dari Ohio di X pada Rabu malam.
“Karena Republik (dan Amerika) akan menang,” cuitnya.
Pengacara berbasis di New Mexico John Day mengatakan, gagasan Trump tidak melanggar hukum karena pembayaran bakal diberikan kepada semua orang, terlepas dari bagaimana mereka memilih atau bahkan apakah mereka memberikan suara.
“Ini janji kampanye. Bukan pembayaran kepada seseorang untuk membuat mereka memilih dengan cara tertentu,” kata Day.
Baca juga : Keracunan MBG Terjadi di Pati & Tulungagung
Dalam pidato selama satu jam 45 menit, Trump membanggakan apa yang disebutnya sebagai dua tahun terbaik dalam sejarah kepresidenan AS. Dia juga mengeklaim sebagai sosok penarik perhatian publik, sekaligus menjamin kesuksesan Partai Republik dalam pemilu sela.
Trump memperingatkan, AS akan terpuruk jika pemerintahan diserahkan kepada politisi Demokrat.
“Pilihlah Partai Republik, maka kita akan melesat jauh meninggalkan dunia dalam jangka waktu beberapa generasi mendatang,” kata Trump, dikutip Reuters, Kamis (10/9/2026).
Trump berjanji akan melakukan serangkaian kunjungan ke negara bagian dan daerah pemilihan yang menjadi medan pertempuran suara selama delapan pekan menjelang hari pemilihan.
“Saya meminta Anda untuk beranggapan seolah-olah nama saya ada dalam surat suara,” bujuk Trump.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya