BREAKING NEWS
 

Akademisi Apresiasi Ketegasan BGN Awasi Pelaksanaan Program MBG

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 13 September 2026 20:17 WIB
Foto: BGN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegasan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengevaluasi dan membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai standar, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Isthifa Kemal menilai, evaluasi terhadap satuan pendidikan maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola MBG.

"Ketegasan Kepala BGN dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar target kuantitas penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan kualitas, keamanan pangan, serta tata kelola pelaksanaan program," ujar Kemal dalam rilis yang diterima media di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Sebelumnya, BGN melakukan pemutakhiran data penerima manfaat MBG dan mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.

Selain itu, sebanyak 1.999 dapur SPPG resmi ditutup sementara karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca juga : Wapres Kunjungi Anak-anak Yang Dirawat Di Berastagi

Penutupan dilakukan setelah BGN melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang menjalankan program MBG di berbagai wilayah Indonesia.

"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis," kata Kepala BGN Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Selasa (8/9/2026).

Menurut Kemal, MBG merupakan kebijakan strategis yang menyangkut pemenuhan gizi generasi muda.

Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran maupun perluasan cakupan penerima manfaat.

Adsense

"MBG menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap prosesnya harus memenuhi standar yang jelas, mulai dari penerima manfaat, penyediaan makanan, higienitas, keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan," katanya.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut," imbuhnya.

Baca juga : Guru Besar UGM: MBG Investasi SDM, Pengawasan Pangan Diperkuat

Kemal menegaskan, evaluasi dan penertiban bukan berarti melemahkan program MBG. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan agar MBG semakin kredibel, efektif, dan berkelanjutan.

"Ketegasan seperti ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG semakin kuat," katanya.

Lebih lanjut, Kemal berharap pembenahan yang dilakukan BGN disertai penguatan sistem pengawasan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, standar operasional harus diterapkan secara konsisten dan pengawasan dilakukan secara berkala.

Pengawasan tersebut, lanjut dia, perlu mencakup kualitas bahan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh peserta didik.

Ia juga mendorong evaluasi berbasis data sehingga setiap keputusan terkait penerima manfaat maupun SPPG dapat dilakukan secara objektif dan transparan.

Baca juga : BGN Coret 1.653 Sekolah Penerima Manfaat MBG

"Program sebesar MBG membutuhkan tata kelola yang kuat. Evaluasi harus menjadi mekanisme rutin, bukan hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Dengan begitu, setiap kekurangan dapat segera diperbaiki dan setiap keberhasilan bisa terus ditingkatkan," tutur Kemal.

Menurutnya, ketegasan BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono menjadi sinyal bahwa pelaksanaan MBG diarahkan untuk semakin profesional dan berorientasi pada hasil.

"Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MBG bukan hanya berapa banyak sekolah yang mendapatkan makanan bergizi atau berapa banyak dapur yang beroperasi. Ukuran utamanya adalah apakah program ini benar-benar meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan dilaksanakan dengan standar keamanan serta tata kelola yang baik," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense