RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan, perlindungan satwa liar menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebab, dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar yang rentan terhadap kebakaran dan tidak dapat meminta pertolongan ketika berada dalam kondisi terancam.
“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” ujar Raja Juli di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis (17/9/2026).
Raja Juli mengatakan, satwa liar memiliki keterbatasan untuk menyampaikan kondisi mereka ketika menghadapi ancaman karhutla.
Baca juga : Menhut Pertebal Pasukan Darat, Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla
Hal tersebut berbeda dengan manusia yang dapat memberikan tanda atau meminta bantuan ketika berada dalam keadaan darurat.
“Dan mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” tuturnya.
Karena kondisi tersebut, Raja Juli telah memerintahkan jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah untuk turut memperkuat upaya perlindungan satwa liar di tengah penanganan karhutla.
Menurutnya, penyelamatan satwa perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman api.
Baca juga : Prabowo Ultimatum Pelaku Karhutla: Izin Dicabut, Pidana Diusut
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” beber Raja Juli.
Dalam penanganan dampak karhutla terhadap orangutan, Raja Juli mengatakan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama lembaga mitra juga telah menyiapkan jalur pelaporan bagi masyarakat.
Warga yang menemukan orangutan di desa diminta tidak memberikan makanan atau melakukan penanganan sendiri, melainkan segera menghubungi call center agar BKSDA bersama mitra dapat melakukan penyelamatan.
Raja Juli menambahkan, penanganan satwa terdampak juga didukung sejumlah kebutuhan medis, termasuk oksigen dan nebulizer untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan.
Baca juga : Cegah Karhutla, Cek Endra Minta Perusahaan Perkebunan Siagakan Mobil Tangki Air
Peralatan evakuasi serta dukungan dokter hewan juga disiapkan untuk mendukung penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.