BREAKING NEWS
 

Kemenkomdigi Perkuat Integrasi Data

Perlinsos Digital Diuji Coba, Beban Masyarakat Dipangkas

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 10 Oktober 2026 06:55 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kedua kanan) melihat petugas yang melayani warga melakukan pendaftaran melalui portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) saat pelaksanaan uji coba program Perlindungan Sosial Digital di Desa Adat Legian, Badung, Bali, Jumat (9/10/2026). ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO/WSJ.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memperkuat integrasi data antarlembaga untuk mempercepat penyaluran Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital.

Melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP), Pemerintah berupaya meningkatkan akurasi data penerima bantuan, sekaligus memangkas waktu dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengakses layanan sosial.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, Perlinsos digital merupakan program langsung Presiden yang membutuhkan keterhubungan data dari berbagai instansi.

Data Kementerian Sosial, misalnya, perlu diintegrasikan untuk memverifikasi kelayakan penerima bantuan dan dihubungkan dengan data perbankan apabila bantuan disalurkan melalui transfer langsung. Dalam proses tersebut, Kemenkomdigi berperan menjembatani pertukaran data antarlembaga.

“Jembatannya itu bernama Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP),” ujar Menkomdigi Meutya dalam acara Kunjungan Jurnalistik Pelaksanaan Uji Coba Perlinsos Digital di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (9/10/2026).

Baca juga : Ongkos Haji 2027 Turun, Pelayanan Harus Maksimal

Menteri asal Partai Golkar itu mengibaratkan SPLP sebagai jalan penghubung yang harus dijaga agar tidak mengalami kemacetan ketika banyak instansi mengakses data secara bersamaan. Di lingkungan Kemenkomdigi, pengelolaan sistem tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah.

“Direktorat itu ada di Ibu Dirjen Mira Tayyiba,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan Perlinsos digital diharapkan mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menghabiskan waktu dan biaya untuk mengurus administrasi secara langsung. Proses konvensional tidak jarang membuat warga kehilangan waktu bekerja, mengeluarkan biaya transportasi, mengantre, bahkan harus datang berulang kali karena urusan administrasi belum selesai.

Adsense

Meski semakin mengandalkan teknologi, Meutya menekankan, keterlibatan masyarakat tetap diperlukan untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang berhak.

Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang diinisiasi Kementerian Sosial (Kemensos), masyarakat diajak memberikan informasi mengenai tetangga yang membutuhkan bantuan, tetapi belum tercakup dalam proses pendataan.

Baca juga : Antrean Industri Dipangkas, IKM Didorong Tembus Dunia

Mantan anggota DPR itu juga mengapresiasi pelaksanaan uji coba Perlinsos digital di Bali. Dalam pemaparannya, dia menyebut lebih dari 652.000 kepala keluarga atau 50,52 persen dari seluruh keluarga yang tercatat di provinsi tersebut telah tercakup dalam program itu.

Capaian tersebut menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.

“Teknologi tetap membutuhkan keterlibatan manusia agar warga yang berhak tidak terlewat dari proses pendataan dan penyaluran bantuan,” ucapnya.

Mantan jurnalis itu menambahkan, uji coba di Bali menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengamati langsung proses pendaftaran, mengidentifikasi kendala, serta menghimpun masukan dari masyarakat dan pelaksana di lapangan.

Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan program sebelum diperluas ke daerah lain.

Baca juga : Partai Buruh Provinsi DIY Ajak Pekerja Berserikat

Ditegaskan, penyempurnaan tetap diperlukan karena penerapan sistem digital tidak serta-merta berjalan sempurna sejak awal.

Pemerintah berharap, pengalaman di Bali dapat menjadi pembelajaran untuk mempercepat digitalisasi Perlinsos di seluruh Indonesia, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat di setiap daerah. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 10 Oktober 2026 dengan judul "Kemenkomdigi Perkuat Integrasi Data Perlinsos Digital Diuji Coba, Beban Masyarakat Dipangkas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense