BREAKING NEWS
 

Industri Ulos Jadi Peluang Perempuan Perkuat Kemandirian Ekonomi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 13 Oktober 2026 12:53 WIB
Foto: Kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai industri tenun ulos memiliki potensi untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui pelestarian keterampilan menenun, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM).

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai penjaga tradisi dan keterampilan menenun, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang turut menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat,” kata Sarmuji dalam pembukaan Pameran Tenun Ulos di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, ulos tidak hanya memiliki nilai budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Batak, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan para perajin.

Setiap lembar ulos mencerminkan keterampilan, ketekunan, dan kreativitas perajin yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, pengembangan industri ulos perlu diarahkan untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memastikan keterampilan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga : Menperin Dorong Industri Ulos Naik Kelas Lewat Inovasi Dan Perluasan Pasar

Sarmuji mengatakan, potensi ulos dapat diperluas melalui inovasi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini, ulos tidak hanya digunakan dalam berbagai prosesi adat, tetapi juga telah dikembangkan menjadi busana ready-to-wear, aksesori fesyen, dekorasi interior, dan cenderamata.

Diversifikasi produk tersebut membuka peluang bagi perajin untuk menyesuaikan hasil produksi dengan kebutuhan konsumen modern tanpa menghilangkan karakter dan nilai budaya ulos.

Adsense

Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, Kementerian Perindustrian berkomitmen memperkuat ekosistem industri tenun tradisional melalui berbagai program pengembangan IKM.

Program tersebut mencakup pelatihan sumber daya manusia dan kewirausahaan, penumbuhan wirausaha baru, peningkatan kapasitas dan produktivitas, serta pemanfaatan teknologi dalam proses produksi.

Baca juga : Bamsoet Dorong Pengusaha Nasional Kuasai Pasar dan Perkuat Kemandirian Ekonomi

Kemenperin juga mendorong revitalisasi sentra tenun, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi promosi dan pameran di dalam maupun luar negeri untuk memperluas akses pasar bagi produk perajin.

Selain itu, fasilitasi Indikasi Geografis menjadi salah satu upaya untuk menjaga kekhasan dan keaslian produk daerah sekaligus memperkuat daya saing ulos di pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, terdapat 43 sentra tenun ulos yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara, antara lain Tapanuli Utara, Toba, dan Simalungun. Keberadaan sentra tersebut menjadi basis produksi yang berpotensi terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Meski demikian, pengembangan industri ulos masih menghadapi tantangan, mulai dari keberlanjutan keterampilan menenun dan regenerasi perajin hingga peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta penyesuaian dengan perkembangan selera pasar.

Baca juga : Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga

Sarmuji berharap Pameran Tenun Ulos bertema “Menenun Harapan, Merajut Kemandirian” dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya perajin, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara, dan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan industri ulos.

Melalui pelestarian dan pengembangan industri ulos, perempuan diharapkan dapat terus berkarya, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense