RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memastikan siswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) tetap mendapatkan layanan untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Hal itu disampaikan Fajar saat memantau pelaksanaan TKA di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menemui sekitar 170 siswa SMKN 2 Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang sedang menjalani PKL di sejumlah industri di kawasan Bogor.
Para siswa menghadapi kendala koneksi dan pengaturan waktu untuk mengikuti ujian di tengah kewajiban magang. Menanggapi hal tersebut, Fajar langsung menghubungi Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Toni Toharudin melalui telepon untuk membahas alternatif waktu pelaksanaan TKA.
Toni menyatakan kesiapan untuk menyiapkan alternatif melalui pembahasan teknis bersama tim, termasuk kemungkinan pelaksanaan ujian susulan pada akhir pekan.
Baca juga : Mendikdasmen: TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta Perbaikan Belajar
“Supaya tidak mengganggu PKL, TKA juga tetap berjalan, kami carikan solusi. Agar siswa kita tetap bisa menjalani kewajiban dua-duanya dengan baik,” ujar Fajar.
Fajar mengapresiasi SMKN 1 Cileungsi yang menyediakan delapan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan TKA. Sekolah tersebut juga mendahulukan peserta dari luar daerah pada gelombang pertama.
Kepala SMKN 1 Cileungsi Fajar Syah Alam menegaskan kesiapan sekolah dalam melayani peserta dari berbagai daerah.
“Kami, sekolah, siap melayani siswa dari mana pun,” ujarnya.
Baca juga : Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Wamen Fajar Cek Pembangunan SMAN 1 Berbah Sleman
Dalam dialog bersama para siswa, salah satu peserta menyampaikan bahwa pengalaman magang membantunya memahami tantangan dunia kerja. Pengalaman tersebut juga membuatnya menyadari pentingnya menguasai keterampilan, bukan semata-mata mengejar nilai.
Menanggapi hal itu, Fajar menekankan pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi, kerja sama, adaptasi, dan pemecahan masalah bagi lulusan SMK. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar lulusan tetap relevan di tengah perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya bertumbuh atau growth mindset, baik di kalangan siswa maupun guru. Selain itu, siswa SMK perlu memiliki keberanian untuk menjangkau peluang kerja di luar daerah, bahkan hingga luar negeri.
“SMK adalah komunitas belajar sepanjang hayat,” tegas Fajar.
Baca juga : Tokoh Muhammadiyah Apresiasi Buku Dadang Kahmad tentang Masa Depan Agama
Selain mengunjungi SMKN 1 Cileungsi, Fajar memantau pelaksanaan TKA di SMAN 2 Cileungsi. Pelaksanaan ujian di sekolah tersebut dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Dalam kunjungan itu, Fajar menerima masukan dari para guru mengenai penskoran, materi, dan jadwal ujian. Ia juga mendengarkan keluhan siswa terkait kejelasan gambar pada soal serta kemudahan penggunaan tampilan ujian untuk ditindaklanjuti.
Fajar turut meninjau Papan Interaktif Digital (PID) dan perpustakaan sekolah. Ia kemudian mengingatkan para siswa agar mengikuti TKA dengan jujur dan gembira.
Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan, Kepala BBPPMPV Pertanian Joko Ahmad Julifan, serta jajaran Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan yang membawahi wilayah Kabupaten Bogor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.