BREAKING NEWS
 

Kementerian Dinilai Tak Punya Prioritas, Tak Ada Aura Krisis

Jokowi Kecewa, Anggaran Covid Belum Juga Terserap Optimal

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 3 Agustus 2020 10:35 WIB
Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, yang ditayangkan secara streaming melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/8). (Sumber: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kembali menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja kementerian, yang dinilainya masih lambat dalam menangani dampak pandemi Covid-19.

Dalam Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/8), yang ditayangkan secara streaming melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi menegur jajaran kementerian dan lembaga negara. Terutama, yang belum menunjukkan sikap tanggap terhadap krisis.

Baca juga : Jokowi Sentil Menkes, Anggaran Rp 75 T, Baru Keluar 1,53 Persen

Mayoritas masih terjebak dalam pekerjaan rutin harian.  Sehingga, prioritas dalam penanganan Covid, masih belum terlihat. Tak ada aura krisis.

Adsense

Sampai hari ini, realisasi anggaran penanganan Covid, belum juga terserap optimal. Baru mencapai angka 20 persen.

Baca juga : Peran Jaksa Agung Selamatkan Anggaran Covid-19 Sudah Terasa

"Dari Rp 695 triliun, baru 20 persen yang terealisasi. Baru Rp 141 triliun yang terealisasi. Sekali lagi, baru 20 persen. Ini masih kecil sekali. Kecil sekali," papar Jokowi.

Bahkan, Jokowi pun menyentil kementerian yang belum membuat daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). 

Baca juga : Kementan Bantu Karanganyar Mitigasi Kekeringan dengan Gerakan Tanam

“Penyerapan yang paling gede itu ada di program perlindungan sosial. Besarnya 39 persen. Kemudian program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),  sebesar 25 persen. Hati-hati ini. Yang belum ada DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)-nya saja, masih gede banget. Sekitar 40 persenan. DIPA saja belum ada, bagaimana mau realisasi," tutur Jokowi.

"Artinya apa, di kementerian-kementerian ini aura krisisnya masih belum ada. Nggak tahu prioritas yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, Pak Ketua, saya minta urusan ini agar didetilkan satu per satu dari menteri-menteri yang terkait. Sehingga, manajemen krisisnya kelihatan. Lincah, cepat, trouble shooting, smart short cut, dan hasilnya betul-betul efektif. Kita butuh kecepatan,” tandasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense