Sebelumnya
Jokowi memang tidak menyebut secara tegas siapa kepala daerah yang ikut dalam kerumunan. Namun, dalam sepekan ini, diketahui ada beberapa kali kejadian yang melibatkan kerumunan massa di Jakarta. Semua kegiatan itu terkait acara yang melibatkan bos Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria diketahui ada hubungannya dengan beberapa kerumunan yang terjadi. Anies sempat mendatangi kediaman Rizieq di kawasan Petamburan, Selasa (10/11) malam. Lalu, Anies juga menghadiri pernikahan putri Rizieq Sabtu (14/11) lalu. Padahal, acara itu mendapat banyak sorotan karena melibatkan kerumunan orang tanpa Prokes.
Sedangkan Riza Patria diketahui hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Tebet, Rabu (11/11) pagi. Acara itu menimbulkan kerumunan simptisan FPI. Massa yang hadir sampai menutup akses jalan menuju Kuningan dan Kampung Melayu. “Sekali lagi, tugas pemerintah adalah mengambil tindakan hukum, dan ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah keharusan. Keharusan,” tegas Jokowi.
Baca juga : Stafsus BPIP: Kepala Daerah Wajib Tegakkan Protokol Kesehatan
Eks Walikota Solo ini bilang, selama pandemi Corona, bukan hanya rakyat biasa yang jatuh menjadi korban. Para tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat banyak yang gugur dalam tugasnya. “Kita harus menghargai pengorbanan para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis yang telah berminggu-minggu bahkan berbulanbulan bekerja keras menyelamatkan pasien dan tidak ber temu keluarga,” kata Jokowi.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo juga diminta terus mellakukan pencegahan penyebaran virus. “Karena anggaran pemerintah yang keluar ini sudah berjumlah triliunan rupiah. Jangan sampai kehilangan fokus kendali dalam penanganan Covid-19 ini,” ingatnya.
Pakar Komunikasi, Anthony Leong menilai Presiden Jokowi marahnya beneran kali ini. Meskipun dengan luapan emosi yang tak meledak-ledak. Buktinya, sebut dia, 2 Kapolda langsung dicopot oleh Kapolri, selang beberapa jam setelah ratas itu. Gara-garanya, 2 Kapolda itu tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan Prokes. Yakni gagal mencegah terjadinya kerumunan massa Front Pembela Islam (FPI) di 2 provinsi: DKi Jakarta dan Jawa Barat.
Baca juga : Donald Trump Masih Ngeyel
“Jelas Pak Presiden marah dan jengkel. Kapolda saja, 2 dicopot. Dan ini harus menjadi pelajaran yang luar biasa berharga bagi masyarakat atau kepala daerah,” kata Anthony, kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Menurutnya, pemerintah baik di daerah maupun pusat harus sinergi dan konsisten dalam menegakkan aturan Prokes maupun pembatasan sosial. Tidak boleh kompromi. “ini preseden buruk bagi kepala daerah yang membedabedakan perlakuan. nah ini yang harus ditindak tegas,” tandas jebolan FISIP Universitas Indonesia itu.
Pakar Ekspresi Handoko Gani ikut membaca kemarahan Jokowi lewat gestur tubuh di ratas tersebut. Kekesalan Jokowi, kata dia, terlihat ketika alis mata berkedip lebih banyak dari biasanya. “Jadi ada ngebatin di sana. Ada kekesalan, kekecewaan, dikaitkan dengan trust yang terpengaruh oleh kasus tertentu. Mungkin kasus kerumunan terakhir,” kata Handoko kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Di dunia maya, warganet juga ikut mengomentari kemarahan Jokowi atas kerumunan yang terjadi. “Alhamdulillah terima kasih pak atas penegasannya semoga perintah bpk dijalankan dengan baik oleh pihak yang berwenang agar tidak terjadi lagi kerumunan” yang meresahkan Masyarakat di masa pandemi seperti ini... Bravo,” cuit akun @ciputrapopitod.
“Tindak tegas Pak. Jangan lunturkan perjuangan dan asa kami yang taat terhadap hukum, untuk Indonesia yang lebih baik. Rakyat indonesia bukan cuma di Jakarta,” ujar akun @niconugraha.
Namun, akun @Anprimoko geram, kenapa baru sekarang Presiden menyampaikan sikap. “Harusnya bapak begini ketika saat masih ramai kemarin pak, kalau udah lewat gini kesannya gimana gitu,” sindir akun @Anprimoko. “Napa sih telat baru bikin sekarang,” timpal akun @Awliado. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.