Dark/Light Mode

Saudi Masih Ogah Berdamai Dengan Israel

Jumat, 16 Oktober 2020 18:11 WIB
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. [Foto: Agence France-Presse]
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. [Foto: Agence France-Presse]

RM.id  Rakyat Merdeka - Normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Saudi menyebut, seharusnya fokus utama upaya perdamaian Timur Tengah adalah membawa Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud menjelaskan, membawa Palestina dan Israel ke meja perundingan adalah hal yang utama. "Pada akhirnya, satu-satunya hal yang dapat memberikan perdamaian abadi dan stabilitas abadi adalah kesepakatan antara Palestina dan Israel," katanya, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Berita Terkait : AS Bujuk Saudi Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Sebelumnya, ada spekulasi bahwa Arab Saudi mungkin mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan Bahrain, dalam membuka hubunga diplomatik dengan Israel. Kedua negara Arab itu menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan formal dengan Israel, 15 September lalu.

Berbicara kepada lembaga think tank, Washington Institute for Near East Policy, Menlu Saudi juga mengatakan, dia juga berharap segera bisa membantu menyelesaikan perselisihan dengan Qatar. Seperti diketahui, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan politik, perdagangan dan transportasi dengan Qatar pada pertengahan 2017.

Berita Terkait : Pangeran Saudi Kritik Pemimpin Palestina

Keempat negara itu menuduh Qatar mendukung terorisme dan berdamai dengan Iran, yang umumnya dimusuhi oleh negara-negara Arab. Namun Qatar membantah tuduhan tersebut.

Pangeran Faisal berharap, nantinya akan ada jalan keluar. "Saya lihat ada jalan menuju itu dan kami berharap dapat menemukannya dalam waktu dekat," ujarnya.

Berita Terkait : Pengusaha Palestina Berharap, Negara-Negara Teluk Tekan Israel

Saat ditanya wartawan, kapan kemungkinannya, Faisal tak menjawab secara rinci. "Tebakan anda dan saya sama-sama bagus," jawabnya. [PYB]