Sebelumnya
Dwiyana menuturkan, untuk kedatangan rel kereta cepat saat ini sudah mencapai 180 batang. Kedatangan rel dipastikan sesuai rencana dan tidak akan molor.
Untuk keseluruhan proyek, dia mengaku sudah menyelesaikan hampir 70 persen. Sisanya 30 persen diupayakan rampung dalam 2 tahun pembangunan.
Menurut Dwiyana, Luhut juga mempertanyakan mengenai keberadaan depo temporary yang ada di Tegalluar ini. Rencananya, depo ini akan dibongkar usai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung rampung.
Baca juga : Tambah Stasiun, Luhut Target Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kelar Juli
Namun, Luhut meminta tempat ini dibiarkan karena nantinya akan segera dibangun kereta cepat ke Majalengka dari Bandung.
“Tadi disampaikan Pak Luhut, tolong diperhatikan kalau pembangunan ke Kertaji dan Surabaya ini jangan dibongkar dulu agar lebih efisien,” ungkapnya.
Sebelumnya, BKS mengatakan, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi Indonesia.
Baca juga : Ibu Banteng, Ada Komentar?
“Dari yang tadinya belum bisa, sekarang menjadi bisa. Lompatan ini hendaknya kita maknai secara baik,” katanya.
Eks Dirut Angkasa Pura II ini menjelaskan, kerja sama proyek berteknologi tinggi ini perlu diikuti dengan transfer of knowledge antara kedua belah pihak. Jadi, para pekerja di Indonesia bisa menambah pengetahuan tentang teknologi tersebut, begitu pun sebaliknya.
“Proses transfer of knowledge ini menjadi suatu keharusan dan dijalankan secara simultan,” katanya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.