RM.id Rakyat Merdeka - Bertambahnya jumlah kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 jemaah, yang merupakan salah satu hasil dari pertemuan Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman adalah salah satu hal yang patut diapresiasi.
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Pribadi Raja (Al Qahr Al Khas), Riyadh, Minggu (15/4).
Baca juga : Banten Butuh Tambahan Kuota Program Keluarga Harapan
Saat ini, kuota jemaah haji Indonesia berjumlah 221.000 orang. Penambahan kuota haji ini akan mengurangi daftar tunggu jamaah haji Indonesia, yang saat ini rata-rata mencapai 18 tahun. Bahkan di daerah Sulawesi Selatan, daftar tunggu jemaah haji mencapai 40 tahun.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, tambahan ini merupakan upaya diplomasi Presiden Jokowi, yang ditujukan secara khusus kepada Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga : Jokowi Tunjukan Kualitas Pemimpin
"Kalau bukan karena memiliki kedekatan diplomatik antara Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini, penambahan ini sulit untuk dilakukan. Karena itu, sebagai Pimpinan Komisi VIII, kami sangat mengapresiasi hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi ini," tutur politisi Golkar ini. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.