BREAKING NEWS
 

Ada kemacetan, ada kerumunan, Ada Restoran Makan Di Tempat, Ada Spa Dan Karaoke yang buka, Ada diskotek juga yang buka, Ada Tempat Kerja Tidak Tutup, Ada Water Canon Dicuekin, Ada Panser Juga Dilawan

Darurat Belum Merata

Reporter & Editor :
APRIANTO
Selasa, 6 Juli 2021 07:50 WIB
Aparat gabungan TNI-Polri menurunkan kendaraan taktis di titik penutupan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta, Senin (5/7/2021). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PPKM Darurat memasuki hari keempat. Ada yang sudah berjalan sesuai harapan dan aturan. Tapi, ada juga yang perlu dievaluasi lagi. Karena, banyak fakta di lapangan yang memberikan bukti bahwa “kedaruratan” karena Covid itu, belum merata.

Misalnya, masih ada kemacetan, juga kerumunan. Ditemukan pula ada tempat spa, karaoke, diskotek, tetap buka. Ada juga restoran yang harusnya take away, malah makan di tempat. Ada juga perusahaan yang non essensial, masih memaksa karyawannya bekerja, dan lain-lain.

Pemandangan jalanan yang macet terjadi di sejumlah titik yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga seperti Depok, Tangerang dan Bekasi. Di ruas Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan misalnya, kemacetan parah mengular hingga flyover Universitas Indonesia, Depok. Padahal, kendaraan lapis baja seperti Panser dan Barracuda sudah dipasang di lokasi. Namun, para pengendara tetap tak gentar. Banyak yang nekat menerobos pembatas, memaksa agar bisa nyebrang ke Ibu Kota.

Baca juga : Pandemi, PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Melalui Sibaru

Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Kalimalang yang menghubungkan Bekasi-Jakarta. Warga yang mengendarai motor dan mobil, tetap padat.

Begitu juga yang terjadi di Jalan Daan Mogot, pembatas antara Jakarta dan Tangerang. Kemacetan panjang terjadi hingga beberapa kilometer, karena adanya penyekatan dari petugas kepolisian dibantu TNI dan Dinas Perhubungan.

Pemandangam serupa juga terjadi di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Selain macet total, jalanan dipenuhi suara bising kendaraan hingga klakson yang bersahut-sahutan. Nyaris menenggelamkan imbauan polisi yang berjaga-jaga di lokasi.

Baca juga : PPKM Mikro Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini 43 Daerah Yang Diperketat

“Ayo pulang ke rumah. Rumah sakit sudah penuh. Korban meninggal karena Covid-19 makin banyak. Kerja dari rumah saja,” imbau polisi di setiap tempat penyekatan.

Bukan hanya jalan biasa. Ruas Tol Dalam Kota di kedua arahnya, juga macet. Kondisi ini sama seperti ketika Jakarta tidak sedang dalam kondisi PPKM Darurat. Selama PPKM Darurat ini, sejumlah pintu keluar jalan tol dalam kota. Baik pintu keluar Tebet, Gatot Subroto, maupun Senayan. Hanya, pintu keluar di kawasan Taman Anggrek saja, yang dibuka. Itu pun di sana ada pemeriksaan.

Kemacetan di sejumlah titik itu terjadi dari pagi hingga malam hari. Tak heran, sejumlah pengendara memplesetkan istilah PPKM. “Pulang Pergi Kena Macet,” celutuk salah seorang pengendara.

Baca juga : Kemenhub: TKA China Masuk Sebelum Masa PPKM Darurat Jawa Bali

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengakui, kondisi jalan yang macet karena warga tetap beraktivitas normal. Kata dia, banyak kantor yang masih belum menerapkan Work From Home (WFH).

“Hal ini menunjukkan masih banyak warga masyarakat dan perusahaan yang membandel. Padahal jelas aturannya,” kata Sambodo, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense