RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pede perdagangan dengan Australia meroket setelah adanya skema Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA).
Bahkan, ia ingin mencetak perdagangan terbesar sepanjang dengan Negeri Kangguru. Kata Lutfi, nilai perdagangan Indonesia-Australia merosot 8,8 persen atau 7,1 miliar dolar AS sepanjang 2020. Salah satu faktor penurunan itu lantaran pandemi.
Meski begitu, tahun ini sudah kembali membaik. "Namun, angka kedua negara hanya pada Januari-Juni 2021 sudah meningkat 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan," kata Mendag Lutfi saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan yang disiarkan virtual, Rabu (29/9).
Baca juga : Citi Indonesia Konsisten Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda Indonesia
Lutfi beranggapan, nilai perdagangan tahun ini mulai membaik. Artinya, perdagangan kedua negara kembali bergairah. Dengan kondisi ini, Mendag bahkan mengusung target tinggi, yakni mencetak sejarah nilai perdagangan terbesar dengan Australia.
Kenapa sepede itu? Diakui Lutfi, pandemi menjadi kendala perdagangan kedua negara. Tapi saat ini, selain pandemi yang semakin membaik, kedua negara juga telah merampungkan negosiasi IA-CEPA.
Menteri Dan Tehan memiliki semangat yang sama. Ia ingin segera meningkatkan kerja sama ekonomi dengan lebih komprehensif, salah satunya di sektor investasi.
Baca juga : Indonesia Promosikan Ekonomi Hijau Di Forum Investasi Dan Perdagangan Di Xiamen
"Menurut saya, yang ingin kita lihat adalah pertumbuhan nyata dalam hubungan investasi. Investasi Australia ke Indonesia," katanya.
Dan Tehan memandang, banyak sektor investasi potensial di Indonesia. Sebut saja pendidikan, energi terbarukan, mineral, serta logam tanah jarang.
Sektor lainnya soal pengembangan mobil listrik di Indonesia. Karena ia meyakini Australia dapat berkontribusi di dalamnya.
Baca juga : Mendag Harap Perdagangan Dan Investasi Meningkat
"Kami, sangat yakin bahwa kami dapat menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Jadi itu hanya beberapa hal yang menurut saya perlu kita kerjakan," pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.