Dark/Light Mode

Cari Peluang Kerja Sama Perdagangan

Cetak Sejarah, Pangeran Charles Kunjungi Negara Komunis Kuba

Senin, 25 Maret 2019 11:24 WIB
Pangeran Charles (tengah) dan istri, Camilla Duchess of Cornwall (kiri depan) disambut Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Deputy Minister Ana Teresita begitu mendarat di bandara Havana. (Foto Tim Rooke/Rex/Shuttetstock)
Pangeran Charles (tengah) dan istri, Camilla Duchess of Cornwall (kiri depan) disambut Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Deputy Minister Ana Teresita begitu mendarat di bandara Havana. (Foto Tim Rooke/Rex/Shuttetstock)

RM.id  Rakyat Merdeka - Putra Mahkota Inggris Charles dan istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall membuat sejarah kerajaan! Pasangan itu mendarat untuk perhentian terakhir dari tur Karibia 12 hari mereka di Kuba. Itu merupakan kunjungan pertama keluarga Kerajaan Inggris ke negara komunis itu, saat sekutunya, Amerika Serikat (AS) masih berusaha mengisolasi negeri itu.

Charles (70) dan Camilla (71) akan mengeksplorasi hubungan budaya dan pendidikan termasuk tema-tema utama, seperti seni, kewirausahaan kaum muda, restorasi warisan dan pertanian berkelanjutan.

Dilansir Reuters, tiba di Havana, setelah Pesawat Royal Air Force mendarat, Charles menuju pemakaman pahlawan kemerdekaan Jose Marti di Havana Revolution Square, sebuah alun-alun yang dipenuhi gambar pasukan geriliya termasuk Ernesto “Che” Guevara.

Baca juga : Hore, Banyuwangi Bakalan Punya Pabrik Kereta

Selama kunjungan tiga hari di Kuba, Charles akan bertemu dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel.  Charles juga akan mengunjungi distrik kolonial di Havana, menemui rakyatnya dan melihat proyek energi hijau serta parade mobil-mobil antik Inggris.

Kunjungan keluarga kerajaan ini masih termasuk dalam upaya normalisasi hubungan Barat dengan Kuba, sebuah upaya yang dilakukan mantan Presiden AS Barack Obama. Tapi sejak Donald Trump berkuasa, AS kembali memberlakukan embargo yang menyulitkan perekonomian negara itu.

Profesor ilmu pemerintahan dari American University William LeoGrande mengatakan kunjungan delegasi tingkat tinggi dari negara besar 'memberikan legitimasi kepada pemerintah Kuba'. Kunjungan ini juga menjadi peringatan kepada AS tindakan mereka melawan Kuba dapat menimbulkan biaya diplomatik dengan sekutu penting mereka.

Baca juga : Tantangan Menyejahterakan Masyarakat, Perpecahan & Korupsi

Pemerintah Inggris meminta pasangan keluarga Kerajaan Inggris untuk menambah Kuba dalam tur Karabia mereka. Tur tersebut diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan pertukaran budaya serta pengaruh politik Inggris di panggung internasional.

Pada tahun lalu, perdagangan Inggris dan Kuba kurang dari 100 juta dolar AS. Selain itu, hanya segelintir perusahaan Inggris terkenal yang berinvestasi di sana, seperti Imperial Brands Plc, British-American Tobacco Plc, dan Unilever. Namun, peluang bisnis di pulau terbesar di Karabia itu diperkirakan akan terus tumbuh, termasuk peluang memperluas sektor pariwisata yang sudah menarik wisatawan Inggris 200 ribu orang setiap tahun.

Selain itu, Inggris terus mencari mitra dagang alternatif sejak referendum Brexit tahun 2016. Awalnya, beberapa pejabat tinggi akan menemani Pangeran Charles dalam tur ini. Tapi dibatalkan usai Perdana Menteri Theresa May meminta tenggat waktu Brexit diperpanjang. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.