RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap isi pembicaraannya dengan John Kerry, utusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk masalah perubahan iklim dalam sebuah acara makan malam di Negeri Paman Sam.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia sangat serius dalam mengendalikan dampak perubahan iklim.
"Sebagai negara kepulauan dan pemilik hutan tropis terbesar, penanggulangan perubahan iklim merupakan kepentingan nasional," kata Luhut dalam acara bertajuk Climate Leaders Message yang ditayangkan di YouTube Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (18/10).
Luhut menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia punya prestasi baik dalam menekan laju deforestasi melalui berbagai langkah kebijakan, pemberdayaan, dan penegakan hukum.
Baca juga : Bangganya Gregoria Buka Jalan Indonesia Di Laga Kedua Uber Cup
"Itu jug diakui oleh mereka" imbuh Luhut.
Di hadapan John Kerry, Luhut juga mengatakan, Indonesia juga telah mencegah konversi hutan alam dan lahan gambut sebesar 62,6 juta hektar, serta mengurangi kebakaran hutan hingga 82 persen.
Sementara berbagai wilayah di Amerika, Australia, dan Eropa justru mengalami peningkatan terbesar dalam hal deforestasi.
Menurutnya, solusi iklim tidak hanya hadir dari ruang konferensi yang dihadiri oleh wakil pemerintah dan seluruh dunia. Setiap orang juga punya peran untuk dimainkan dalam memerangi perubahan iklim Seperti halnya anak muda yang memiliki karakter idealis, inovatif, connected everywhere.
Baca juga : Mantap, Tim Thomas Indonesia Sikat Jerman 5-0
Peran pemuda
Dalam konteks ini, Luhut menilai, pemuda perlu menjadi solusi. Pemuda memainkan peran penting dalam memerangi perubahan iklim. Pemuda dapat beradaptasi dengan cepat, menjadikan gaya hidup rendah karbon di dalam kegiatan sehari-hari mereka.
"Oleh karena itu, pemuda harus diberikan peran aktif dalam penganbilan keputusan di tingkat lokal, nasional, dan global," tegasnya.
Penanganan perubahan iklim tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kerja sama kementerian/lembaga, dunia usaha, swasta, Pemda dan LSM, serta masyarakat dan media. Termasuk, media asing.
Baca juga : Pupuk Indonesia Kerek Penghasilan Petani Sumbar
Luhut menyatakan, Indonesia telah memperbarui NDC, yang mampu meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim. Di samping berpartisipasi aktif dalam rangka kerangka Kebijakan Iklim ke-26 di Inggris, untuk mendukung pencapaian hasil yang diharapkan.
Serta menyambut baik target sejumlah negara mencetak zero emission padanabad ini.
Terlepas dari momentum pandemi Covid, Luhut mengajak para pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan dan target update emisi melslui visi long term strategy, low carbon dan climate resilience 2050. Menuju Indonesia yang tangguh dan terus berkembang.
“Anak-anak muda bisa berkarya dalam hal lingkungan hidup. Ini berbeda dengan zaman saya yang dianggap tidak terlalu penting,” pungkasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.