RM.id Rakyat Merdeka - Punya kartu anggota DPR bukan jaminan bebas wara-wiri di Arab Saudi saat musim haji ini. Kartu Dewan nggak laku. Contohnya seperti yang dialami Anggota DPR Arteria Dahlan. Politisi PDIP ini sempat ditahan polisi Saudi meski sudah menunjukkan kartu anggota Dewan.
Cerita itu disampaikan Arteria saat rapat Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, di Jarwal, Makkah, Rabu (12/6/2024). Arteria merupakan salah satu dari 80 anggota Timwas Haji yang berada di Saudi saat ini.
Rapat itu juga dihadiri Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief. Dari Timwas Haji DPR hadir Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, serta para Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Marwan Dasopang, Abdul Wahid, Diah Pitaloka, dan Ace Hasan Syadzily.
Rapat berlangsung sekitar pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga pukul 15.30 WAS. Rapat membahas sejumlah hal, mulai dari perkembangan persiapan layanan pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta evaluasi atas penyelenggaraan ibadah haji pada fase keberangkatan, hingga menjelang puncak haji.
Dalam rapat itu, Arteria bercerita sempat ditahan aparat Saudi karena dianggap sebagai jemaah haji ilegal. Dia bahkan sempat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan, kurang lebih sekitar 10 menit. Setelah dilakukan proses komunikasi dan koordinasi, akhirnya dia dibebaskan.
Peristiwa itu terjadi saat Arteria akan melakukan umrah dengan mengambil miqat di Masjid Aisyah, Tan'im. Setelah salat, dia ditangkap. Masjid Aisyah di Tan'im merupakan titik awal jemaah yang berada di Makkah untuk mengambil miqat atau memulai niat umrah. Jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari Masjidil Haram.
Baca juga : Pemeriksaan Tasreh Haji di Saudi Ekstra Ketat, Arteria Dahlan Saja Sempat Ditahan
Arteria sempat menunjukkan kartu DPR ke aparat Saudi itu. Namun, dirinya tetap ditahan. "Nggak laku dokumen kita sebagai member of parliament," ujar Arteria.
Arteria tidak seorang diri ditahan aparat Saudi. Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi merasakan hal yang sama. Ashabul dicegat aparat keamanan Saudi, usai menijau jemaah di Sektor 1, kawasan Syisya, Makkah, Senin (10/6/2024). Saat itu dia belum menegang smart card haji. Dia baru mendapat smart card pada Selasa (11/6/2024).
Penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Saudi melakukan pengawasan yang demikian ketat untuk mencegah masuknya jemaah ilegal.
Jauh-jauh hari, otoritas Saudi telah menerbitkan aturan yang melarang haji tanpa tasreh atau visa resmi haji. Aturan ini kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan visa secara ketat.
Pendatang dengan visa ziarah dan beragam jenisnya, sejak 15 Zulkaidah sampai 15 Zulhijjah dilarang masuk Makkah. Banyak warga dari berbagai negara yang terkena razia dan dikeluarkan dari Makkah.
Menjelang puncak haji, pemeriksaan dan razia semakin ketat. Jalan-jalan utama di Kota Makkah disekat. Jalur menuju Armuzna ditutup. Pemeriksaan di Masjidil Haram juga ketat. Hanya jemaah yang memiliki smart card yang bisa masuk Masjidil Haram. "Sekarang beda dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Satuan Operasional Armuzna, Kolonel Harun Al Rasyid, dalam rapat persiapan Armuzna, di Syisya, Makkah, Kamis (13/6/2024).
Jemaah Bersiap ke Arafah
Baca juga : Ini Kriteria Standar RPH Pelaksanaan Dam Haji 2024 yang Ditetapkan Kemenag
Mulai hari ini, Jumat, 8 Zulhijjah 1445 H atau 14 Juni 2024 M, secara bergelombang jemaah akan dimobilisasi ke Arafah dari hotel tempat menginap dengan bus-bus yang telah disiapkan. Dalam proses keberangkatan, petugas akan melakukan pemindaian smart card para jemaah saat mereka akan naik bus. Smart card yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi menjadi tiket masuk kawasan Armuzna.
“Kartu tersebut akan dipindai (scan) petugas sebelum naik bus. Karenanya, pastikan smart card dan identitas pribadi lainnya tersimpan dengan aman di tas khusus dan mudah diambil saat akan dilakukan pemindaian,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama (Kemenag) Widi Dwinanda, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (13/06/2024).
Widi berpesan, sebelum keberangkatan, jemaaah sudah harus menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa dan dibutuhkan selama di Armuzna. Jemaah tidak perlu membawa koper besar karena berpotensi menyulitkan pergerakan jemaah di Armuzna.
“Jemaah cukup membawa tas berisi pakaian ganti untuk 3 hari, kain ihram cadangan bagi laki-laki, handuk, peralatan mandi, dan perlengkapan pribadi lainnya. Pastikan membawa obat, vitamin yang dibutuhkan, alat pelindung diri berupa payung, masker, alat semprot air. Jangan membawa bantal atau selimut, kecuali bantal leher,” pesannya.
Di Arafah, kata dia, jemaah haji Indonesia ditempatkan di 1.169 tenda yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Setiap tenda telah dilabeli stiker asal jemaah dengan warna-warna dan identitas yang mudah dikenali dan dihapal jemaah.
“Tenda-tenda tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas yaitu AC, kasur, dan selimut,” katanya.
Baca juga : Seluruh Jemaah Haji Gelombang Pertama Sudah di Makkah, Kecuali yang Sakit
Ia menyampaikan, hasil tinjauan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Arafah, terdapat tenda-tenda baru dengan bentuk dan bahan baru. Pihak Masyariq menyiapkan tenda model baru ini dengan kapasitas maksimal 30.000 jemaah. Atap tendanya lebih menyerap panas, juga dinding hard PVC yang menyerap panas lebih baik, tenda juga dilengkapi magnetic charger (pengisi daya ponsel magnet).
“Adanya penambahan fasilitas tenda ini merupakan ikhtiar agar jemaah dapat menjalani prosesi wukuf dengan nyaman dan khusyuk,” tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh tenda di Mina juga telah dilengkapi fasilitas AC, kasur, selimut, dan sarana pendukung lainnya seperti tenda kesehatan haji dan dapur. “Kesiapan fasilitas tersebut sangat penting untuk mendukung kenyamanan jemaah,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.