BREAKING NEWS
 

Kabar dari Tanah Suci

Wachudi Puas, Dapat Menu Makanan Nusantara dan Variatif di Saudi

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 14 Mei 2025 11:07 WIB
Wachudi Sukardi (kanan), menikmati makan siang bersama anggota rombongan di penginapan jemaah haji, di Madinah, Selasa (13/05/2025). (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelak tawa mewarnai suasana makan siang jemaah haji di salah satu lorong Hotel InterContinental Daar al Hijra (113), Sektor 1, Madinah, Selasa (13/5/2025). Wachudi Sukardi, Ketua Rombongan pada Kelomplok Terbang (Kloter) 24 Embarkasi Solo (SOC-24) ini bersama 10 orang anggota rombongannya tampak guyub duduk makan bersama, di lorong, di depan kamar-kamar. Mereka menikmati momen makan siang bersama ini. Wachudi sendiri tampak lahap.

Menurut pria yang berprofesi pedagang dan perangkat Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang ini, menunya cocok dengan seleranya. Serasa bukan di luar negeri.

Hampir seminggu jemaah haji SOC 24 ini berada di Madinah, sebelum menuju Makkah. Semua benar-benar tampak menikmati menu makan siang itu dan mengaku tidak bosan karena variasi menu yang disajikan.

"Menunya cocok, malah lebih enak dari yang biasa saya makan sehari-hari. Terima kasih panitia," ujar Wachudi, disambut tawa namun diamini orang-orang yang duduk di dekatnya.

Beberapa orang menyampaikan pendapat yang sama dengan Wachudi. Djubaidah, Koordinator Layanan Konsumsi Sektor 1 Madinah ini mengatakan, jemaah haji di hotel ini memang terbiasa makan bersama di lorong, bermula dari aturan hotel. Dari layanan di 18 hotel yang menjadi tanggung jawabnya, masing-masing hotel memang memiliki aturan masing-masing terkait penyajian makan yang ditangani Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sama dengan pihak katering di luar hotel.

Baca juga : Agar Lebih Nyaman, Jemaah Haji Lansia dan Risti Tetap di Bus Saat Miqat di Bir Ali

"Di hotel ini kapasitas ruang makan tidak cukup untuk meletakkan makanan jemaah, sehingga petugas PPIH dan katering mengantarkan makan ke masing-masing kamar Karom (Ketua rombongan). Heater milik pihak katering diletakkan di basement hotel, sesuai arahan pihak hotel," jelaa Djubaidah.

Pada kemasan boks makanan, terdapat informasi tentang makan pagi, makan siang atau makan malam. Lengkap dengan informasi waktu, kapan batas akhir makanan dapat dikonsumsi, sebelum tidak layak konsumsi lagi.

Untuk boks makan pagi, distribusikan pada pukul 5 hingga 8 pagi Waktu Arab Saudi (WAS) dengan batas akhir masih layak konsumsi pukul 9 pagi WAS. Makan siang dibagikan pukul 12.00-14.00 WAS dengan batas akhir konsumsi pukul 16.00 WAS. ​Makan malam dibagikan mulai pukul 17.00 WAS hingga pukul 19.00 dengan batas akhir pukul 21.00 WAS.

Adsense

Djubaidah menyebut, yang dilakukannya adalah mendistribusikan konsumsi dari koordinator layanan konsumsi sektor ke karom. Selanjutnya karom akan mendistribusikan pada para ketua regu, yang akan membagikannya pada jemaah haji masing-masing.

"Sejauh ini tidak ada komplain jemaah haji, baik terkait penyajian maupun variasi menu," tambahnya.

Baca juga : 81.632 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Suci, 13.655 Sudah di Makkah

Setiap boks-boks makanan datang, proses rutin yang dilakukan timnya adalah membuka 1 boks sebagai sampel, mengetes rasa, memastikan tidak basi, tidak berbau, lauk dan sayur sesuai rencana menu hari itu, nasinya sudah matang, maka dipastikan bisa diberikan.

Dia meminta pihak katering terkait untuk datang 30 menit sebelum tiba waktu pendistribusian. Sementara untuk jemaah lanjut usia (lansia), tidak lagi dibedakan, namun berdasar permintaan. Menurutnya ini sesuai hasil evaluasi dari penyelenggaraan layanan konsumsi bagi lansia tahun sebelumnya. Dia akan menanyakan pada para Karom, jika ada lansia yang membutuhkan nasi bubur atau menu makanan yang tidak keras.

"Pihak katering sangat cepat dalam merespons permintaan kami", ujarnya puas.

Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan 55 perusahaan katering di Arab Saudi dalam penyediaan konsumsi jemaah haji ini. Layanan konsumsi jemaah haji Indonesia meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan ini baik dari segi jumlah, maupun penyajian menu Nusantara.

Peningkatan ini dapat dilihat mengacu data sembilan tahun terakhir sebagaimana dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya jemaah haji memperoleh layanan makan penuh tiga kali sehari selama di Arab Saudi dengan total 127 kali makan per satu jemaah haji. Total 25,8 juta boks tahun ini harus dihidangkan untuk melayani jemaah haji reguler Indonesia.

Baca juga : Layanan Haji 2025 Berbasis Syarikah, Kenyamanan Jemaah Target Utama

Pada fase jemaah haji Indonesia berada di Madinah, jemaah mendapatkan layanan tiga kali makan sehari selama 9 hari atau total maksimal 27 kali. Saat berada di Makkah, jemaah haji Indonesia menerima layanan kali makan sehari selama 28 hari, atau total 84 kali makan maksimal. Dan pada fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), jemaah haji menerima total 15 kali makan menu siap saji dan satu kali snack.

Konsumsi jemaah haji Indonesia diolah dengan bahan dan bumbu asli Nusantara, yang langsung dikirim dari Tanah Air, juga kabar gembiranya, meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu. Tahun ini untuk layanan konsumsi haji di Arab Saudi mendatangkan 475 ton bumbu asli Nusantara, dari kebutuhan 611 ton bumbu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense