RM.id Rakyat Merdeka - Politisi senior Ginandjar Kartasasmita meluncurkan buku biografinya di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Peluncuran buku ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-85.
Buku tersebut berjudul Ginandjar Kartasasmita: Pengabdian dari Masa ke Masa, Perjalanan, Pergulatan Hidup, dan Pemikiran. Buku itu ditulis oleh wartawan senior Kompas, Suhartono dkk.
Peluncuran tersebut dihadiri sejumlah anggota kabinet dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan A. Djalil, mantan Menko Polhukam Djoko Suyanto, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.
Selain itu, hadir pula mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, anggota DPD Irman Gusman, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan, anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel, serta mantan Ketua DPR Agung Laksono.
Dari keluarga hadir lengkap anak-anaknya. Seperti Gita Kartasasmita, Agus Gumiwang Kartasasmita, Galih Dimuntur Kartasasmita, dan Gaya Ratna Mustika Arum Kartasasmita
Baca juga : Gerindra Soroti Masalah RUU Perampasan Aset
Buku ini mengulas perjalanan hidup dan gagasan Ginandjar dalam dua bagian, yakni kiprahnya sebagai politikus dan teknokrat sejak bergabung dengan G-5 KOTI pasca-peristiwa G30S hingga menjadi menteri di era Orde Baru dan Reformasi. Buku ini juga memuat sisi kehidupan pribadinya.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam buku tersebut. Menurut JK, ia telah mengenal Ginandjar sejak menjadi asisten di Sekretariat Negara hingga menjadi menteri muda yang dipercaya oleh Presiden Soeharto dan Presiden BJ Habibie.
Ia menyebut, Ginandjar pernah merangkap tiga jabatan sekaligus, yakni Menteri Muda UP3DN, Kepala BKPM, dan Sekretaris Tim Pengendali Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Menurut JK, Ginandjar juga dikenal banyak membantu pengusaha pribumi. Ayah dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita itu disebut tidak pernah meminta imbalan kepada pengusaha atas proyek yang dimenangkan.
“Banyak pengusaha pribumi yang pernah dibantu hingga eksis dan sukses,” tulis JK.
Baca juga : Dubes Hungaria Lilla Karsay Promosi Kuliner Dan Budaya Kampung Halaman
Ia menambahkan, dengan kiprahnya selama 32 tahun di pemerintahan Presiden Soeharto, satu tahun pada masa reformasi Presiden BJ Habibie, serta perannya sebagai pimpinan MPR, Ketua DPD, anggota Wantimpres, hingga pelaksana harian PMI, perjalanan Ginandjar dinilai sangat lengkap.
“Wajar jika ada pihak yang menyebutnya dengan predikat sang legenda, karena Ginandjar Kartasasmita hadir dalam berbagai zaman,” katanya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan Ginandjar merupakan Menteri PPN/Kepala Bappenas pertama yang bergelar insinyur. Kehadirannya dinilai membawa perspektif baru yang lebih terbuka dan berorientasi pada rakyat.
Ia juga membuka ruang bagi intelektual kritis seperti Mubyarto dan Sajogyo, serta melibatkan LSM dalam perumusan kebijakan. Kolaborasi tersebut melahirkan program Inpres Desa Tertinggal (IDT), yang menempatkan desa dan kemiskinan sebagai isu penting pembangunan.
Sementara itu, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan A. Djalil menilai Ginandjar sebagai tokoh yang hadir dalam dinamika perjalanan Indonesia, baik pada era Orde Baru maupun reformasi.
Baca juga : PLN Pastikan Listrik Jakarta Andal dari Masjid hingga SPKLU Mudik
Dari keluarga, Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian berharap, buku tersebut dapat menjadi referensi penting, khususnya bagi kalangan media dan generasi muda.
“Kami sangat berharap buku yang baru diluncurkan ini bisa menjadi referensi bagi kita semua, terutama teman-teman media yang notabene generasi muda,” ujar Agus.
Menurut dia, buku tersebut dapat menjadi sumber pengayaan wawasan untuk memahami sosok Ginandjar secara lebih konkret, baik dari perjalanan hidup maupun pemikirannya.
Ia menambahkan, rekam jejak Ginandjar yang panjang dapat menjadi pelajaran lintas generasi, mulai dari perannya sebagai pelajar, tentara, birokrat, hingga politisi, serta kontribusinya di bidang pendidikan sebagai dosen dan profesor.
“Nilai-nilai pengabdian dan pemikiran beliau diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi bangsa,” ujar Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.