Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Nasabah Diimbau Waspada, Penipu Siber Gencar Cari Mangsa Selama Ramadan
Jumat, 27 Februari 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nasabah perbankan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan penipuan siber selama bulan Ramadan. Sebab, pelaku kriminal tersebut berpotensi gencar mencari mangsa pada momen meningkatnya kebutuhan belanja masyarakat.
Phishing (penipuan) hingga pencurian Data pribadi, mengintai masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Okki Rushartomo mengatakan, peningkatan transaksi keuangan pada periode Ramadan, termasuk saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), berpotensi diikuti kenaikan risiko serangan siber.
Baca juga : Yuk, Jaga Dan Rawat Maroedja Sport Park
Okki menegaskan, nasabah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih.
“Terutama menjelang Lebaran, ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” tegas Okki di Jakarta, Kamis (24/2/2025).
Menurut Okki, phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi. Dalam modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak terpercaya untuk mencuri data pribadi, seperti username, kata sandi, kode One Time Password (OTP), hingga informasi kartu kredit.
Baca juga : Tarian Vinicius Akhiri Benfica
Serangan phishing umumnya dilakukan melalui email, pesan singkat (Short Message Service/SMS), panggilan telepon, maupun media sosial.
“Pelaku mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari,” terangnya.
Okki melanjutkan, phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius. Mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.
Baca juga : Hasil Undial All England 2026, Jojo Hadapi Lawan Berat Di Laga Pembuka
“Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI),” ingatnya.
Karena itu, pihaknya mengingatkan sejumlah ciri pesan mencurigakan. Antara lain alamat email pengirim yang tidak resmi, penggunaan sapaan umum. Seperti ‘Pelanggan yang Terhormat’, bahasa bernada mendesak, serta tautan yang menyerupai situs resmi namun memiliki alamat berbeda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya