Sebelumnya
Kesepakatan itu, lanjutnya, akan memastikan kesamaan dan interoperabilitas (kemampuan dua sistem/komponen atau lebih untuk bertukar informasi) dengan armada mereka yang sudah ada. "Serta menjanjikan kemudahan perawatan dan perbaikan," tambah Lorenzana.
Belum lama ini, Manila juga telah mengakuisisi dua belas kapal penjaga Pantai AS dan tiga kapal pendarat dari Australia, serta kapal patroli penjaga pantai dari Jepang. Hal itu juga merupakan upaya untuk memperlihatkan perhatian mereka di LCS.
Baca juga : Bantah Diskriminatif, Muhadjir Jelaskan Pelonggaran Nataru
Terutama dalam menghadapi perselisihan dengan Beijing. Sebagai informasi, China mengklaim hampir semua wilayah LCS yang kaya akan sumber daya alam. Wilayah itu juga merupakan jalur perdagangan bernilai triliunan dolar AS per tahun.
Klaim sepihak China kerap berhadapan dengan klaim dari Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, Vietnam, dan juga Indonesia.
Baca juga : Hadapi Nataru, Sandi Minta Bali Siap-siap Kebanjiran Wisatawan
Sementara, Beijing telah mengabaikan putusan 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag, Belanda, yang menyebut bahwa klaim historisnya tidak memiliki dasar yang kuat. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.