Sebelumnya
Sementara itu, Sri Lanka melalui PRI bersama dengan Palmyrah Development Board Sri Lanka, telah mengembangkan hingga 50 jenis produk yang berasal dari pohon lontar. Hingga September 2021, Sri Lanka mengekspor produk Lontar dan turunannya hingga senilai 12,5 juta dolar AS atau (sekitar Rp 179,5 miliar.
Baca juga : Penyebaran Omicron Tak Terjadi Jika Kita Menahan Diri
Sebagai satu-satunya pusat penelitian terkait lontar dan produknya di Asia Selatan, beberapa kerja sama internasional terkait penelitian dan pengembangan produk lontar di Sri Lanka juga dilakukan PRI, terutama dengan negara tetangga.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.