Sebelumnya
Spekulasi tentang kemungkinan "serangan Rusia ke Ukraina" muncul pada akhir 2021. Sampai saat ini, isu itu menurut Vorobieva masih terus dipublikasikan. Bahkan, setiap kali publikasi muncul, disertai perkiraan tanggal yang baru.
"Misalnya, serangan akan dilakukan pada Desember 2021, kemudian pada Januari 2022 dan sekarang disampaikan akan dilakukan saat Olimpiade Beijing mendatang," ujar ungkap Vorobieva.
Baca juga : Top, Perdagangan Indonesia Dengan China Selama 2021 Menggembirakan
Semua hal ini, menurutnya menunjukkan satu hal: perang informasi yang sistematis sedang dilancarkan terhadap Rusia. Tujuannya, demi meyakinkan masyarakat dunia, bahwa Rusia adalah “agressor”, “bad guy” dan lainnya.
Alasan serangan Russophobia atau ketakutan pada Rusia ini, beber Vorobieva, telah lama timbul. Karena tidak semua pihak Barat siap menerima tatanan dunia multipolar, yang memiliki tujuan menjadi lebih adil dan demokratis. Pihak Barat dia nilia seolah masih ingin, tatanan dunia didominasi satu atau sekelompok kecil negara saja.
Baca juga : Semarakkan Imlek Dengan 3 Dekorasi Rumah Dari Barang Daur Ulang
Sangat disesalkan, cetusnya, negara-negara di bawah pimpinan Amerika Serikat mencoba menentang perjalanan sejarah yang objektif, berusaha mempertahankan keuntungan eksklusif "penguasa dunia" dan mengabaikan kepentingan sah negara lain.
Dengan latar belakang ini, Vorobieva mengingatkan, militerisasi Ukraina terus berlanjut. Pasokan berbagai jenis senjata dan peralatan militer ke Kiev, pelatihan personel oleh pakar NATO pun juga sedang dilakukan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.