Sebelumnya
Komunikasi rutin ini, lanjut Faizasyah, adalah upaya untuk mengetahui masukan dari semua anggota G20.
"Kami ingin mendengarkan pandangan dan saran pemikiran negara-negara G20 pada umumnya, sehingga pada proses presidensi bisa memberikan solusi yang terbaik dari proses konsultasi yang dijalankan," ujar Faizasyah.
Baca juga : Forum Ulama Indonesia-Rekat Indonesia Harap Aksi BEM SI Berjalan Damai
Seperti diketahui, Indonesia sebagai Presidensi G20 2022 menghadapi tantangan seiring meletusnya konflik antara Rusia dan Ukraina. Banyak negara yang meminta Indonesia untuk tidak mengundang Rusia dalam KTT G20, seperti Kanada, Australia dan Inggris.
Terlebih lagi, Menteri Keuangan Janet Yellen mengancam tidak menghadiri beberapa agenda G20 bila ada perwakilan Rusia pada pertemuan tersebut.
Baca juga : Pindah Ke Eropa, Bruno: Saya Harap Bisa Kembali Membela Persebaya
Terkait pernyataan Menkeu AS, Faizasyah mengaku mencermati pernyataan Menkeu AS tersebut, namun tak ingin berkomentar.
Sejauh ini, Pemerintah telah menyebar undangan untuk semua negara anggota G20 sebelum serangan Rusia berlangsung. Retno berjanji terus berkomunikasi dengan sejumlah menteri atau pejabat, termasuk pejabat pemerintah Ukraina untuk mendorong penyelesaian sengketa.
Baca juga : Jokowi Seneng Betul
"Kami percaya bahwa dengan terus melakukan komunikasi dan konsultasi, maka akan dapat dicapai cara atau jalan keluar yang terbaik bagi kita semua," tegas Retno. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.