Sebelumnya
Mengenai isu-isu bilateral, Jokowi dan Albanese lebih fokus mengenai pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia. Misalnya di sektor otomotif. Ekspor perdana mobil CBU atau completely built up buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari lalu. Mobil dengan label CBU adalah yang diimpor langsung dari negara asal.
Kedua, Jokowi mengharapkan implementasi IA-CEPA terkait kesempatan WNI untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan. Ketiga Jokowi menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan.
Baca juga : Lestarikan Lingkungan, Nestle Tanam 3 Ribu Pohon Di Semarang
Keempat, memperkuat ketahanan pangan. Keduanya membahas upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan. Termasuk gandum. Di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini.
Sementara Albanese mengatakan, hubungan Australia dengan Indonesia adalah salah satu yang paling penting. Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya karena geografi. Tapi karena pilihan.
Baca juga : Paloh Nurut Ke Jokowi
Kata dia, kedua negara telah menikmati sejarah panjang kerja sama dan persahabatan. Albanese juga mengkonfirmasi bahwa dirinya akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty atau KTT G20 di Bali pada November nanti.
Menurutnya, kerja G20 sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi global ini. “Melalui kerja sama dengan Indonesia, kami akan secara efektif mengatasi banyak tantangan yang kami hadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca Covid,” tandasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.