RM.id Rakyat Merdeka - Puluhan ribu warga Amerika Serikat kompak turun ke jalan-jalan di sejumlah kota besar. Mereka memprotes aturan kepemilikan senjata. Warga AS marah dan frustrasi karena insiden penembakan yang menewaskan dan melukai banyak korban, kembali marak.
Massa yang tergabung dalam gerakan March for Our Lives (MFOL) ini mendesak para politisi untuk meloloskan aturan, yang dapat menekan angka kekerasan senjata api. Unjuk rasa massif ini berlangsung, usai terjadinya penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Texas bulan lalu.
Baca juga : 15 Tahun Peluru Bersarang Di Punggung, Wanita AS Jalani Hidup
Di wilayah Washington DC, pihak penyelenggara March MFOL mengestimasi ada 40 ribu orang berkumpul di National Mall dekat Washington Monument, di bawah guyuran hujan ringan. Massa datang dari segala usia.
Dalam aksinya, para demonstran menempatkan lebih dari 45.000 vas putih berisi bunga. Satu, untuk setiap orang yang terbunuh oleh senjata api di AS pada 2020.
Baca juga : HUT Ke-10, Lazada Bangun Sentra Vaksinasi Booster Puluhan Ribu Mitra Kurir
MFOL adalah grup keamanan senjata api yang dibentuk penyintas penembakan massal 2018 di Parkland, Florida.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.