Sebelumnya
Hamianin tiba di Indonesia pada 13 Maret lalu. Dia sudah punya banyak teman di Tanah Air. Tapi, dia menyesalkan adanya cibiran terhadap Ukraina di media sosial. Menurutnya, itu semua propaganda palsu Rusia.
“Tapi sekarang saya baik-baik saja dan kami mencoba meningkatkan kesadaran akan situasi ini,” katanya.
Baca juga : Kisah Sukses Pengusaha Perempuan Beromzet Ratusan Juta Di Baleomol
Pemuda Ukraina lainnya yang terpaksa mengungsi adalah Ivan Fedorov. Saat ini, dia tinggal di Kota Stuttgart, Jerman. Sama seperti Hamianin, menurutnya evakuasi terhadapnya adalah mimpi buruk. Karena, dia dan keluarganya tidak tahu harus melakukan apa.
Apalagi, pergi dari Kiev saat itu adalah hal yang sangat menyulitkan. Jalanan padat. Orang-orang berteriak. Semuanya ingin segera meninggalkan Ukraina. Setidaknya, menyingkir ke Ukraina bagian barat yang relatif lebih kondusif.
Baca juga : KPK Cegah Wakil Ketua DPRD Tulungagung Dan 3 Orang Lainnya Ke Luar Negeri
Begitu lolos dari kekacauan, Fedorov dan keluarganya langsung dihadapkan pada pilihan sulit. Memilih negara tempat mengungsi. Katanya, ada sebuah keluarga di Polandia yang secara sukarela menampung mereka.
Tapi, Fedorov dan keluarganya mengurungkan niat itu. Mereka hanya dua pekan berada di sana, karena enggan terikat dengan Polandia.
Baca juga : Kawal Penanganan Maksimal, Dirut Pertamina Patra Niaga Kunjungi Rumah Keluarga Korban
“Tapi, kami berterima kasih pada keluarga itu. Mereka sangat baik. Kami masih berkomunikasi,” ujar Fedorov.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.