Sebelumnya
Di bawah slogan propaganda 1950-an yang dihidupkan kembali yakni, “kemakmuran bersama,” Xi mendesak para pengusaha untuk membantu mempersempit kesenjangan kekayaan China. Dengan menaikkan upah dan penciptaan lapangan kerja pedesaan serta inisiatif lainnya.
Baca juga : Wanita Emas Bakal Transformasikan 7 Manfaat Partai Emas
Dalam sebuah laporan kepada kongres, Xi pekan lalu menyerukan untuk mengatur mekanisme akumulasi kekayaan. Yang menunjukkan bahwa pengusaha mungkin menghadapi lebih banyak tekanan politik.
Baca juga : Apresiasi Pemulihan Ekonomi, Komunitas Kreatif Majalengka Dukung Airlangga Jadi Presiden
Kebijakan itu dikritik pengamat. Ekonom lembaga Natixis Alicia Garcia Herrero mengatakan, dirinya akan sangat khawatir jika jadi individu yang sangat kaya di China.
“Pedoman penting dari kongres adalah menggandakan peran negara dan fokus yang lebih besar pada keamanan nasional,” kata Herrero, dilansir Associated. â–
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.