Sebelumnya
Juru Bicara Pemerintah Korsel Kim Eun Hye mengklarifikasi soal pernyataan Biden. Menurutnya,Presiden AS itu tidak punya pilihan selain mengatakan ‘Tidak’. Sebab, reporter itu bertanya mengenai apakah kedua negara sedang mendiskusikan latihan perang nuklir, sedangkan latihan nuklir bersama hanya dapat digelar antara dua negara yang memiliki senjata nuklir.
Juru bicara perempuan itu menambahkan, para pejabat AS dan Korsel sedang mendiskusikan cara untuk berbagi informasi tentang pengoperasian aset nuklir AS, perencanaan bersama dan rencana aksi bersama untuk merespons senjata nuklir Korut.
Baca juga : Seoul Kebobolan Drone Korut, Presiden Korsel Ngamuk
Pernyataan Yoon muncul saat Korut agresif melakukan uji coba senjata. Sementara, Korsel melakukan latihan militer bersama sekutunya, Jepang dan AS.
Korut pada 2022 melakukan uji coba senjata penghancur hampir setiap bulan. Termasuk menembakkan Peluru Kendali Balistik Antar Benua (ICBM) Hwasong-17.
Baca juga : Bos Jasa Raharja Bareng Kakorlantas Cek Kesiapan Nataru
Menurut analis, ini merupakan peluncuran pertama yang berhasil. Rudal yang diluncurkan pada Jumat, 18 November 2022 itu, terbang hampir 1.000 km selama 69 menit dan mencapai ketinggian maksimum 6.041 km, menurut kantor berita Korut, KCNA.
Bahkan pihak Jepang mengatakan, senjata itu dapat menempuh jarak sejauh 15.000 km, cukup untuk mencapai daratan AS. Korsel pun siaga dengan meningkatkan latihan militer bersama AS.
Baca juga : MTI: Rencana Subsidi EV Untuk Ojol Nggak Tepat
Sejak pembicaraan gagal pada 2019, Pemimpin Korut Kim Jong-un memang melipatgandakan program senjata terlarangnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.