Sebelumnya
Alkatiri mengaku telah menyatakan niatnya tersebut kepada mantan PM Negara Bagian Victoria, Australia, Steve Bracks, dan perwakilan khusus Pemerintah Australia untuk negosiasi Greater Sunrise.
Menjelang Pemilu Timor Leste, Bracks dianugerahi penghargaan tertinggi, Order of Timor Leste.
“Australia akan terbuka untuk gagasan itu,” tegas Alkatiri.
Baca juga : Top, Sikat Pelawan Arus Yang Menggila
Sebagai informasi, Proyek Greater Sunrise dipandang penting bagi Timor Leste, yang menghadapi ancaman krisis ekonomi. Sementara Xanana Gusmao, bertekad melihat minyak dan gas diproses di Timor Leste.
Namun, dia perlu meyakinkan perusahaan energi Australia dan mitra, Woodside Energy, bahwa hal itu layak secara komersial dan logistik.
Xanana Gusmao yang pada pemilu kali ini memberikan suaranya di sebuah desa di pegunungan Dare yakin akan menang. Namun, hal itu tampaknya tidak mungkin dengan suara CNRT yang jauh di bawah angka 50 persen sejauh ini.
Baca juga : Dirut Pertamina Dinobatkan Sebagai Perempuan Indonesia Pendorong Inovasi
Terkait ekspolasi minyak dan gas, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mengatakan, China tertarik bermitra dengan negaranya. Horta mengatakan, akan m minta Pemerintah baru memprioritaskan penanganan kemiskinan.
Pasalnya, selama lima tahun ke depan, kemiskinan ekstrem harus dikurangi secara dramatis.
"Sungguh memprihatinkan, negara kita masih memiliki begitu banyak penderita kekurangan gizi,” kata Horta.
Baca juga : Gus Muhaimin Ajak Pelaku Usaha Terlibat Dalam Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Sebagai informasi, Timor Leste merupakan salah satu negara dengan tingkat stunting pada anak-anak tertinggi di dunia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.