BREAKING NEWS
 

Lewat Webinar, Tunas Hijau Tolak Rencana Jepang Terkait Limbah Nuklir

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 2 Juli 2023 04:16 WIB
Aksi menentang rencana Jepang membuang limbah ke laut. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Jepang membuang limbah nuklir ke laut lepas menuai banyak pertentangan dari banyak pihak. Secara tegas, Organisasi lingkungan hidup Tunas Hijau (TH) melalui zoom dan Live Youtube Tunas Hijau ID menolak rencana tersebut melalui Webinar bertema "Lebih Dekat Dengan Teknologi Nuklir" pada Sabtu (17/6/2023).

Webinar ini diikuti sekitar 3.800 orang, dan kebanyakan pesertanya adalah guru-guru dan murid-murid dari berbagai sekolah. Webinar ini merupakan bentuk pengawalan terhadap penolakan keputusan Jepang untuk membuang air limbah nuklir Fukushima ke laut.  

DI Jakarta, ada banyak baliho yang bergambar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima dengan tagline "Tolak 1,25 juta ton Limbah Nuklir Fukushima".  

Pecinta lingkungan mengatakan baliho tersebut merupakan salah satu tindakan penolakannya terhadap keputusan pemerintah Jepang.  

Baca juga : Tanpa Messi, Argentina Tetap Bahaya

Mantan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional,  Djarot S. Wisnubroto dan Peneliti Senior Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ir. Sucipta menjadi narasumber dalam webinar ini.   

Menurut Prof Djarot dalam paparannya, bahwa limbah nuklir yang masih terkontaminasi tidak boleh dibuang ke laut. Sebab air limbah nuklir mengandung racun aktif yang berbahaya.  

Adsense

Sucipta juga menjelaskan bahwa ia menyayangkan sikap pemerintah Jepang karena tidak memperhatikan kesehatan masyarakat dan lingkungan.   

limbah radioaktif adalah limbah yang mengandung atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas lebih besar dari tingkat yang diizinkan oleh badan pengawas.

Baca juga : Pertamina Ajak Generasi Muda Peduli Pada Perubahan Iklim

Jika pemerintah melepaskan limbah nuklir harus menjamin kesehatan masyarakat, melindungi kualitas lingkungan hidup dan menjamin keselamatan dan kesehatan generasi mendatang.

"Namun, limbah nuklir Fukushima mengandung radioaktif tritium, cesium-137, dan carbon-14, jika radioaktif ini akan masuk ke dalam sistem rantai makanan, yang akhirnya akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh manusia yang mengkonsumsinya." kata Sucipta.  

Rencana Jepang membuang limbah nuklir Fukushima ke laut itu juga mendapat penolakan tegas dari kelompok murid.   

Murid dari SMPN 1 Plemahan, Reva menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana Jepang itu. Dia menilai air limbah nuklir Fukushima mengandung bahaya radiasi, jika dilepaskan pasti akan mencemari laut.   

Baca juga : Setelah 17 Gelar, Asensio-Real Madrid Sepakat Pisah

Perlu diketahui, pemerintah Jepang mulai melaksanakan uji coba peralatan untuk membuang air laut ke terowongan bahwa air yang dibangun untuk pelepasan air terkontaminasi nuklir ke laut dari PLTN Fukushima Daiichi yang dimulai pada Senin sore 5 Juni 2023 waktu setempat. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense