Sebelumnya
Setahun sebelumnya, Kepala Dinas Keamanan Dalam Negeri (SBU) Ukraina saat itu, Valentin Nalivaichenko, yang ditunjuk pasca kudeta, mendekati kepala CIA dan MI6 (badan intelijen Inggris) setempat, mencari kemitraan tiga arah dan meminta mereka untuk membantu.
Pada 2016, CIA mulai melatih pasukan komando elite Ukraina yang dikenal sebagai Unit 2245. Jenderal Kirill Budanov, yang saat ini mengepalai intelijen militer Ukraina, juga merupakan mantan anggota Unit 2245 yang dilatih CIA. Mata-mata AS juga memberikan pelatihan khusus kepada anggota Direktorat Kelima-unit paramiliter yang dibentuk Kiev untuk operasi melawan Rusia.
Program CIA dimulai pada 2014 ketika konflik di Donbass dimulai. “Namun Washington menarik semua personel CIA dari Ukraina sebelum Rusia memulai operasi militernya di negara tersebut,” tambah laporan itu.
Baca juga : Proyek Dipecah Empat,Telan Biaya Rp 121 Miliar
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa CIA mengirimkan sejumlah kecil perwira paramiliternya ke Ukraina timur sebagai bagian dari program pelatihannya.
Personel CIA banyak mengajarkan teknik penembak jitu kepada tentara Ukraina.
Laporan NYT juga mengungkapkan, CIA mengajarkan cara menggunakan rudal anti-tank Javelin, cara menghindari pelacakan digital yang digunakan Moskow untuk menemukan lokasi pasukan. Tak hanya itu, personel CIA mengajarkan cara menggunakan alat komunikasi rahasia dan masih banyak lagi.
Baca juga : Andrea Gunawan, Rekam Orang Lagi Mesum, Dikecam Netizen
Anggota regu pembunuh hasil didikan CIA terlibat dalam beberapa pembunuhan tingkat tinggi di Donbass, termasuk pembunuhan komandan Arsen Pavlov, alias ‘Motorola’, yang diledakkan di lift pada 2016. Keberadaan unit pembunuhan juga diungkap Nalivaichenko dalam wawancara terpisah dengan The Economist pada September 2023
Agen intelijen AS berperan penting dalam respons Kiev terhadap dimulainya operasi militer Rusia pada 24 Februari 2022. Agen CIA tetap berada di lokasi tertentu di barat Ukraina. Sementara AS mengevakuasi personelnya dari negara tersebut menjelang konflik.
“Tanpa mereka, tidak mungkin kami bisa melawan Rusia,” ujar mantan SBU Ivan Bakanov, dikutip NYT, Minggu (25/2/2024).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.