RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menang dalam pemilu pendahuluan (primary) Partai Republik. Ia mengalahkan satu-satunya penantangnya separtai, Nikki Haley di kaukus sejumlah Negara Bagian, seperti Missouri, Michigan dan Idaho.
Kemenangan Trump menandakan bahwa ia semakin dekat untuk menjadi kandidat resmi Partai Republik pada Pilpres AS 2024. Ia dipastikan akan menghadapi sang petahana, Joe Biden dalam pemilihan Presiden AS November 2024.
Pada kaukus yang digelar Sabtu (2/3/2024), Trump memenangkan 39 delegasi di Michigan, 54 di Missouri dan 32 di Idaho. Kemenangannya di kaukus Michigan (menang di 13 distrik) dianggap sangat penting, mengingat statusnya sebagai wilayah kunci bagi salah satu kandidat untuk memenangkan kursi orang nomor satu di Gedung Putih.
Baca juga : Kalau Nekat Mangkir Lagi, Firli Terancam Ditangkap
Pemilihan pendahuluan sebelum pencoblosan November mendatang, seperti kaukus dan primary adalah dua cara yang membantu partai politik dan Negara Bagian AS memilih calon presiden mereka.
Kaukus adalah pertemuan yang diselenggarakan partai politik di lokasi tertentu, yang mana peserta memberikan suara pada kandidat pilihan mereka.
Berbeda dengan kaukus, dalam primary, pemilih dapat datang ke tempat pemungutan suara dan memberikan suara secara rahasia. Beberapa Negara Bagian, seperti Michigan, telah menyelenggarakan primary dan kaukus Partai Republik, yang keduanya dimenangkan Trump.
Baca juga : Marion Jola, Nangis Dan Berlutut Mengemis Cinta
Dari kemenangan ini, Trump berhasil menambah dukungan delegasi. Dengan demikian, jumlah delegasi Trump mencapai 244, jauh lebih banyak dibanding Haley, yang hanya meraup 24 delegasi. Seorang kandidat perlu mendapatkan 1.215 delegasi untuk mendapatkan nominasi Partai Republik.
Haley, yang merupakan mantan Duta Besar AS untuk PBB ini jelas tidak dapat mengejar ketertinggalannya dari Trump. Namun, dia tetap berjuang, setidaknya melalui serangkaian pemilihan pendahuluan pada 5 Maret, yang dikenal sebagai Super Tuesday.
Media terkemuka Amerika Serikat, New York Times (NYT), bekerja sama dengan Sienna College, perguruan tinggi swasta di New York, melakukan jajak pendapat pada akhir Februari, dengan pertanyaan: “Jika Pemilu Amerika Serikat diadakan saat ini, siapa yang akan memenangkan jabatan presiden: Biden atau Trump?”
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.