RM.id Rakyat Merdeka - Israel bersiap mengirim delegasi ke Qatar untuk pembicaraan gencatan senjata baru tentang kesepakatan sandera dengan Hamas. Menyusul laporan badan bantuan PBB yang beroperasi di Gaza, yang menyebut kekurangan gizi akut di utara kantong Palestina makin menjadi-jadi, Sabtu (16/3/2024).
Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, satu dari tiga anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara mengalami kekurangan gizi akut.
Sebelumnya, pada Jumat (18/3/2024), Israel menyatakan siap mengirim delegasi ke Qatar untuk pembicaraan lebih lanjut dengan mediator. Pernyataan ini disampaikan, setelah Hamas mengajukan proposal baru gencatan senjata dengan pertukaran sandera dan tahanan.
Delegasi tersebut akan dipimpin Kepala Badan Intelijen Mossad Israel, David Barnea.
Merujuk sumber yang dikutip Reuters, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan menggelar rapat kabinet keamanan, untuk membahas proposal sebelum pembicaraan dimulai. Dalam konteks ini, tawaran Hamas masih dinilai tidak realistis.
Upaya untuk mengamankan gencatan senjata sebelum bulan suci Ramadan, sempat diupayakan berulang kali. Namun selalu gagal. Terlebih, Israel menyampaikan rencananya untuk meluncurkan serangan baru di Rafah, kota yang menjadi tempat berlindung 2,3 juta warga Gaza. Dalam serangan tersebut, penduduk setempat dilaporkan akan dievakuasi.
Baca juga : Peringati Hari Sampah, Le Minerale Dukung Pembangunan Bank Sampah
Menyikapi hal ini, Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang memulai kunjungan dua hari ke wilayah tersebut, menyampaikan keprihatinannya. Menurut Scholz, jatuhnya banyak korban sipil adalah hal yang mengerikan.
Proposal Hamas
Hamas memperkirakan, puluhan sandera Israel dibebaskan sebagai imbalan atas ratusan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, selama gencatan senjata berminggu-minggu yang akan memungkinkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza.
Selain itu, Hamas juga menyerukan pembicaraan di tahap selanjutnya untuk mengakhiri perang.
Namun, Israel mengatakan, pihaknya hanya bersedia untuk menegosiasikan gencatan senjata sementara.
"Proposal kami sangat realistis. Tak ada yang bisa menolaknya. Para mediator juga telah bereaksi positif," kata pejabat senior Hamas Osama Hamdan kepada Al Jazeera.
Israel terus membombardir Palestina setelah 7 Oktober, setelah serangan Hamas pada tanggal tersebut menewaskan 1.200 orang dan menyandera 253 orang.
Baca juga : Soal Palestina, Indonesia dan Selandia Baru Sepakat Dukung Gencatan Senjata
Hingga saat ini, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, serangan darat dan udara Israel telah menewaskan lebih dari 31.500 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak.
Sementara Israel mengatakan, pihaknya telah membunuh setidaknya 13 ribu anggota Hamas dalam pertempuran Gaza.
Serangan itu juga telah menghancurkan daerah kantong, memaksa hampir semua penduduk meninggalkan rumah mereka, meninggalkan sebagian besar wilayah dalam puing-puing dan memicu krisis kelaparan besar-besaran.
"Malnutrisi anak-anak menyebar dengan cepat dan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza," kata UNRWA dalam sebuah postingan media sosial.
Rumah sakit di Gaza melaporkan, beberapa anak meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi.
Terkait situasi ini, negara-negara Barat telah meminta Israel untuk memperluas akses bantuan ke Gaza.
Baca juga : Pelaku Bakar Diri Di Depan Kedubes Israel Di Washington, Ternyata Prajurit AS
PBB mengatakan, pihaknya menghadapi "hambatan yang luar biasa" dalam menyalurkan bantuan. Termasuk penutupan penyeberangan, pemeriksaan yang berat, pembatasan pergerakan dan kerusuhan di dalam Gaza.
Namun, Israel mengatakan, pihaknya tidak membatasi bantuan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza. Mereka justru menyalahkan pengiriman bantuan yang lambat akibat ketidakmampuan atau inefisiensi badan-badan PBB.
Pengiriman bantuan via udara dan laut ke Gaza, telah dimulai. Pengiriman pertama ke Gaza oleh World Central Kitchen, yang merintis rute laut baru melalui Siprus, tiba pada Jumat (15/3/2024).
Sabtu (16/3/2024), kargo bantuan makanan kedua siap berangkat melalui laut dari Siprus.
Sementara AS dan Yordania mengatakan, pihaknya mengirim bantuan kemanusiaan melalui jalur udara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.