Dark/Light Mode

Kutuk Serangan Di Khan Younis

Menlu Retno Walk Out Saat Dubes Israel Bicara di PBB

Kamis, 25 Januari 2024 12:40 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri debat terbuka Dewan Keamanan PBB, yang diadakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat AS, pada Selasa (23/1/2024). (Foto: Instagram/retno_marsudi)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menghadiri debat terbuka Dewan Keamanan PBB, yang diadakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat AS, pada Selasa (23/1/2024). (Foto: Instagram/retno_marsudi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel terhadap fasilitas penampungan PBB di Khan Younis, Gaza, yang telah memakan korban jiwa. 

Wujud protes itu ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan delegasi RI dengan walk out saat utusan Israel bicara di debat terbuka Dewan Keamanan PBB, yang diadakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (23/1/2024).

"Serangan tersebut menambah daftar pelanggaran yang terus dilakukan Israel  terhadap hukum internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) Lalu M. Iqbal, lewat pernyataan Kamis (25/1/2023) menanggapi serangan di pengungsian PBB, Khan Younis. 

Dilansir Reuters, menurut PBB serangan tersebut terjadi di kompleks pelatihan kejuruan yang menampung 30.000 pengungsi di Khan Younis, kota utama Gaza selatan. Serangan ini memicu kecaman langsung dari sekutu Israel, Amerika Serikat (AS).

“Korban massal terjadi, beberapa bangunan terbakar dan ada laporan kematian. Banyak orang mencoba melarikan diri dari tempat kejadian, namun tidak dapat melakukannya,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina James McGoldrick.

Baca juga : Resolusi Gencatan Senjata Di Gaza Ambyar, Menlu Retno Sesalkan Kegagalan DK PBB

Direktur badan PBB untuk urusan Gaza (UNRWA), Thomas White mengatakan, dua peluru tank menghantam salah satu gedung pusat tersebut. Ada sekitar 800 pengungsi berlindung di gedung itu. Sedikitnya sembilan orang tewas dan 75 luka-luka. 

Kepala badan tersebut Philippe Lazzarini mengatakan jumlah korban tewas mungkin lebih tinggi.

“Kompleks tersebut adalah fasilitas PBB yang ditandai dengan jelas dan koordinatnya dibagikan kepada Pemerintah Israel seperti yang kami lakukan pada semua fasilitas kami. Sekali lagi merupakan pengabaian terhadap aturan dasar perang,” tulis Lazzarini.

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel juga menyesalkan serangan di pengungsian PBB tersebut. Patel mendesak Israel melindungi warga sipil. 

"Kami menyesalkan serangan hari ini terhadap pusat pelatihan Khan Younis milik PBB," kata Patel.

Baca juga : Pertemuan OKI Di Moskow, Menlu Retno: Self Defence Nggak Bisa Jadi Alasan

“Warga sipil harus dilindungi, dan hakikat perlindungan fasilitas PBB harus dihormati, dan pekerja kemanusiaan harus dilindungi sehingga mereka dapat terus memberikan bantuan kemanusiaan yang mereka perlukan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil,” lanjutnya.

Pada video yang ditayangkan VOA Indonesia Rabu (24/1/2023), Menlu Retno dan rombongan keluar dari ruangan saat Duta Besar (Dubes) Israel, Gilad Ergan, memberikan pernyataan dalam debat tersebut. 

Sebelumnya, Retno juga menyampaikan komitmen Indonesia yang akan terus mendukung bangsa Palestina. Retno Marsudi juga menyindir pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada 18 Januari lalu, yang terang-terangan tidak akan mengizinkan Negara Palestina untuk berdiri.

Pernyataan Netanyahu dinilai sangat berbahaya dan tidak dapat diterima. Sebab pernyataan itu mengkonfirmasikan tujuan Israel sesungguhnya untuk menghilangkan Palestina dari peta dunia.

"Saya tekankan semua dari kita memiliki tanggung jawab untuk menghormati Hukum Humaniter Internasional tanpa kecuali, termasuk situasi di Gaza," kata Retno lewat video yang diunggah Kementerian Luar Negeri, Rabu (24/1/2024).

Baca juga : Cecar Serangan Israel Di Palestina, Menlu Tunjukin Taring Di Sidang Majelis PBB

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan, sebanyak 25.105 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu. Banyak di antara korban yang tewas adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, 62.681 lainnya terluka.

Badan PBB yang mempromosikan kesetaraan gender (UN Women) mengatakan perempuan dan anak-anak adalah korban utama dalam perang Gaza. Sekitar 16.000 anak-anak dan perempuan terbunuh. Diperkirakan dua ibu kehilangan nyawa mereka setiap jamnya. 

UN Women menambahkan, setidaknya 3.000 perempuan mungkin telah menjadi janda. 

"10.000 anak mungkin kehilangan ayah mereka," menurut laporan AP mengambil laporan yang dirilis UN Women pada hari Jumat (19/1/2024).

Dari 2,3 juta penduduk wilayah tersebut, sebanyak 1,9 juta orang mengungsi, dan hampir satu juta adalah perempuan dan anak perempuan yang mencari perlindungan dan keamanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.