Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tarik Pasukan Dari Gaza, Israel Ganti Strategi Perang Lawan Hamas
Rabu, 3 Januari 2024 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Barisan kendaraan lapis baja dan sejumlah tentara bersenjata Israel dikabarkan meninggalkan medan perang di Gaza bagian utara, Senin (1/1/2024). Langkah ini adalah fase baru negara Zionis itu melakukan strategi baru menggempur Hamas.
Channel News Asia, Selasa (2/1/2024) memberitakan, meski menarik pasukan dalam jumlah besar, gempuran Israel ke wilayah Gaza tetap berjalan konstan. Amerika Serikat (AS), sekutu Israel, menyebut penarikan tersebut mengisyaratkan fase baru dalam serangan Israel dengan intensitas operasi yang lebih rendah di wilayah utara Jalur Gaza. Israel menyebut, perang di Jalur Gaza masih memerlukan waktu beberapa bulan lagi.
Tak kurang dari 21.978 orang tewas akibat rentetan serangan Israel di Jalur Gaza sejak awal Oktober lalu. Perang itu juga memicu bencana kemanusiaan di wilayah Palestina, yang memiliki 2,3 juta jiwa penduduk.
Baca juga : TKN Pastikan Gibran Penuhi Panggilan Bawaslu Jakarta Pusat
Tentara Israel disebut menarik lima brigade, atau ribuan tentara keluar dari Gaza secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Beberapa akan kembali ke pangkalan untuk pelatihan atau istirahat. Sementara tentara cadangan akan menggantikan beberapa pasukan lapangan untuk memantau medan perang.
Seorang pejabat Israel, yang namanya menolak disebut, mengatakan, pasukan Israel akan melakukan operasi pembersihan yang lebih terfokus ke satu wilayah.
“Operasi ini akan memastikan tidak ada sisa-sisa anggota Hamas dan wilayah aman dapat ditempati kembali. Ini akan memakan waktu cukup lama,” ujar pejabat itu kepada Reuters, Selasa (2/1/2024).
Baca juga : Waspadai Petir, Angin Kencang Dan Hujan Es
Pejabat Israel itu juga mengatakan, pengurangan pasukan akan memungkinkan sejumlah tentara cadangan untuk kembali ke kehidupan sipil mereka. Para tentara cadangan ini diharapkan bisa kembali ke pekerjaan normal seperti sebelumnya. Langkah ini demi menopang perekonomian Israel yang terdampak perang.
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menilai, keputusan Israel itu tampaknya mengindikasikan dimulainya peralihan kepada operasi dengan intensitas lebih rendah di wilayah utara Jalur Gaza. Washington telah mendesak Tel Aviv mengurangi intensitas operasi militernya di Jalur Gaza, saat seruan gencatan senjata bergema secara internasional.
Pejabat AS ini menegaskan, perubahan taktik Israel di utara, tidak mencerminkan perubahan apa pun di wilayah selatan Jalur Gaza.
Baca juga : Pemda Jangan Maksa
“Perubahan itu mencerminkan keberhasilan militer Israel menghancurkan kemampuan militer Hamas di Jalur Gaza bagian utara. Meskipun ada pengurangan pasukan di Jalur Gaza bagian utara, pertempuran akan terus berlanjut,” jelasnya.
Sebelumnya, warga Gaza melaporkan bahwa pesawat-pesawat dan tank Israel semakin meningkatkan pengeboman di wilayah selatan daerah kantong Palestina tersebut. Terutama di area timur dan utara Khan Younis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya