RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menilai kepemimpinan Vladimir Putin tidak sah karena proses terpilihnya melanggar segala hukum dan hak-hak rakyat.
"Saya pikir banyak parlemen dunia, bahkan Parlemen Eropa, termasuk Dewan Eropa, mengatakan bahwa itu adalah pemilihan palsu dan presiden palsu,” ungkap Vasyl pada acara Peringatan ke-38 ‘the Chornobyl NPP Disaster’ di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, pada 6 Mei 2024.
Baca juga : PPI Jerman Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2024
Vasyl mengatakan terpilihnya Putih menyakitkan karena mengadakan pemilihan di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki.
”Itu buruk, karena itu bukan hanya pelanggaran terhadap hukum pemilihan Rusia atau konstitusi, tetapi itu adalah pelanggaran besar terhadap hukum internasional, karena mengadakan pemilihan di wilayah yang diduduki, itu sudah seperti pelanggaran besar terhadap hukum internasional. Jadi, saya benar-benar kecewa bahwa beberapa orang masih mencoba menyajikannya sebagai proses yang sah.” tambahnya.
Baca juga : Sengketa Pemilu Selesai, Ibas Harap Prabowo-Gibran Jadi Pemimpin Pemersatu
Vasyl juga mendesak pemerintah-pemerintah Eropa tidak mengakui Putin sebagai Presiden. Dia juga mendorong penghentian semua kontak dengan Putin, kecuali untuk tujuan kemanusiaan dan perdamaian.
"Komunitas internasional akan bersatu menentang pelanggaran hak asasi manusia dan demokrasi. Solidaritas internasional dianggap krusial untuk menjaga keadilan dan perdamaian, bukan hanya di Ukraina, tetapi juga di seluruh dunia," jelas Vasyl.
Baca juga : Jaga Persatuan, Wapres Minta Masyarakat Hormati Dan Terima Putusan MK
Dubes Vasyl menganjurkan agar semua negara-negara bisa untuk tidak mengakui Putin sebagai presiden yang sah untuk melawan penghancuran sistem aturan hukum, dan nilai-nilai demokratis yang diakui secara universal untuk terus mendukung Ukraina secara efektif dalam melawan agresi Rusia.
"Agresi Rusia sekarang merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan bukan hanya untuk Eropa, tetapi juga perdamaian global dan keamanan dunia, jadi inilah yang ingin saya bagikan dengan Anda hari ini," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.