Sebelumnya
Sedangkan, Perdana Menteri Irlandia, Simon Harris meyakini, negara-negara lain akan bergabung dengan pihaknya dalam mengambil langkah tersebut.
Sebagai informasi, rencana pembagian wilayah PBBpada 1947 menyerukan pembentukan sebuah negara Yahudi, di sampingnegara Palestina. Namun, Palestina dan dunia Arab menolaknya, karena hal itu hanya akan memberikan mereka kurang dari setengah wilayah. Padahal, warga Palestina merupakan dua pertiga dari populasi.
Perang Arab-Israel pada tahunberikutnya membuat Israel mendapatkan lebih banyak wilayah, Yordania menguasai Tepi Barat dan Yerusalem timur, dan Mesir menguasai Gaza.
Baca juga : Mobil Mercy SYL PakaiPelat Nomor Palsu Tuh
Dalam perang pada 1967, Israel merebut ketiga wilayah tersebut, dan perundingan damai yang telah berlangsung selama puluhan tahun pun gagal.
AS, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya telah mendukung gagasan negara Palestina merdeka, yang berdiri berdampingan dengan Israel, sebagai solusi bagi konflik yang paling sulit diselesaikan di Timur Tengah. Tetapi mereka bersikeras, kenegaraan Palestina harus menjadi bagian penyelesaian yang dirundingkan. Tidak ada negosiasi substantif sejak 2009.
Meski puluhan negara telah mengakui negara Palestina, tidak satu pun negara besar di Barat yang melakukannya, dan tidak jelas seberapa besar perbedaan yang dapat dihasilkan langkah ketiga negara tersebut.
Baca juga : Zoe Levana, Rela Menjadi Selingkuhan?
Meski begitu, pengakuan merekaakan menandai pencapaian signifikan bagi Palestina, yang percaya bahwa hal ini memberikan legitimasi internasional atas perjuangan mereka.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron mengatakan, tidak ada pengakuan atas negara Palestina yang dapat terjadi selama Hamas masih ada di Gaza. Namun, hal itu dapat terjadi selama negosiasi Israel dengan para pemimpin Palestina masih berlangsung.
Prancis pun mengindikasikan bahwa mereka tidak siap bergabung dengan negara-negara lain dalam mengakui negara Palestina, meski pada prinsipnya mereka tidak menentang ide tersebut.
Baca juga : Bobby Gabung Gerindra, PDIP Legowo
Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne, dalam komentar yang disampaikan setelah pertemuan tertutup dengan mitranya dari Israel pada Rabu mengatakan, mengakui negara Palestina harus berguna dalam mendorongsolusi dua negara. Namun, lanjutnya, melakukan hal itu sekarang tidak akan memiliki dampak nyata dalam mengejar tujuan tersebut.
Sementara Jerman mengatakan, mereka tidak akan mengakui negara Palestina untuk saat ini. Juru Bicara Kanselir Olaf Scholz mengatakan bahwa Jerman mengharapkan solusi dua negara yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina yang akan menghasilkan sebuah negara Palestina yang terpisah. Namun, ia namun mengakui bahwa solusi tersebut, meskipun merupakan yang terbaik, saat ini masih sangat jauh. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jum'at, 24 Mei 2024 dengan judul "AS Dan Israel Sewot, Yes! 3 Negara Eropa Akui Palestina Sebagai Negara"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.