RM.id Rakyat Merdeka - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) resmi memasukkan Israel ke daftar hitam (black list) karena dinilai gagal melindungi anak-anak dalam perang. Dengan demikian, Israel bergabung dengan Arab Saudi, Afghanistan, Kongo, Sudan, Suriah dan Yaman.
TEL Aviv ngamuk mendengar keputusan PBB. Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut keputusan tersebut sangat menggelikan.
“Sekretaris Jenderal (PBB) yang sepantasnya masuk daftar hitam. Israel, terutama pasukan kami, adalah personel militer paling bermoral di atas bumi ini,” klaim Erdan dikutip Reuters, Sabtu (8/6/2024).
Baca juga : SYL Banyak Simpanannya
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Israel Katz juga mengatakan, keputusan itu akan memiliki konsekuensi bagi hubungan Israel dengan PBB.
“PBB sudah tidak lagi mengambil keputusan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Kami kehilangan rasa percaya pada badan dunia ini,” keluh Katz.
Sementara itu, Kantor Kepresidenan Palestina menilai bahwa keputusan PBB tersebut merupakan satu langkah lebih dekat untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya.
Baca juga : Aura Kasih, Anak Dikunjungi Mantan Suami
Ribuan anak-anak tewas akibat agresi militer Israel di Gaza. Sementara ribuan anak lainnya yang masih hidup sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sebagai informasi, menurut Dewan Nasional untuk Anak Israel, Negeri Yahudi itu melancarkan serangannya setelah Hamas menyerang wilayah Israel di dekat Gaza pada 7 Oktober tahun lalu, dan menewaskan sekitar 1.200 orang termasuk 38 anak-anak dan menyandera 252 termasuk 42 anak-anak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dikelola Hamas di Jalur Gaza mengatakan, 36.731 orang tewas akibat pemboman dan serangan darat Israel. Dari jumlah itu, 7.800 di antaranya adalah anak-anak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.