BREAKING NEWS
 

Pemilihan Parlemen Prancis, Partai Le Pen Berkibar, Aliansi Macron Nyusruk

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 1 Juli 2024 07:27 WIB
Marine Le Pen, pemimpin partai sayap kanan Rally Nasional (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - National Rally (RN), partai sayap kanan yang mengusung Marine Le Pen sukses memimpin dalam putaran pertama pemilihan parlemen Prancis, berdasarkan proyeksi awal Ipsos, Minggu (30/6/2024).

Dalam prestasi yang belum pernah terjadi ini, RN memimpin dengan 34 persen suara. Membawahi koalisi sayap kiri New Popular Front/NFP (28,1 persen) dan aliansi Ensemble yang mengunggulkan Presiden Emmanuel Macron (20,3 persen).

Tapi masalahnya, RN diperkirakan tidak bisa mendapatkan 289 kursi untuk mayoritas absolut. Ini berarti, Prancis akan menghadapi parlemen gantung. Ketidakpastian politik di depan mata.

Baca juga : Jumlah Orang Miskin Berpotensi Melonjak

Proyeksi menunjukkan, setelah putaran kedua pemungutan suara pekan depan, RN hanya mampu memenangkan 230-280 kursi majelis rendah, yang totalnya terdiri dari 577 kursi.

NFP diproyeksikan mampu mengamankan antara 125-165 kursi, sedangkan Ensemble tertinggal antara 70-100 kursi.

Adsense

Hasil pemilihan ini bisa membuat Macron menjalani tiga tahun sisa masa jabatannya, dalam kemitraan yang canggung dengan perdana menteri dari partai oposisi.

Baca juga : Prabowo Bersinar Di Luar Negeri

Pesta kemenangan RN di kota utara Henin Beaumont meledak saat hasilnya diumumkan. Namun, Marine Le Pen dengan cepat menekankan, kunci kemenangan ada di pemungutan suara pada Minggu (30/6/2024) depan.

“Demokrasi telah berbicara, dan orang-orang Prancis telah menempatkan RN dan sekutunya di tempat pertama. Secara praktis, ini menghapus blok Macronis," kata Pemimpin Partai Jordan Bardella (28) dalam pidatonya di Kantor Pusat RN di Paris, seperti dikutip CNN International, Minggu (30/6/2024).

"Tidak ada yang dimenangkan. Putaran kedua akan menentukan,” imbuh Bardella, yang akan menjadi perdana menteri, menggemakan pesan Le Pen.

Baca juga : Peringatan Hari Tempe Nasional, Tempe Pangan Generasi Emas Indonesia

Menurutnya, pemungutan suara yang berlangsung Minggu (30/6/2024) depan adalah salah satu yang paling menentukan dalam seluruh sejarah Republik Kelima.

Dalam pidatonya sebelum putaran pertama, Bardella menegaskan, dia tak akan mau memimpin pemerintahan minoritas. RN tetap membutuhkan suara sekutu untuk meloloskan undang-undang.

Jika RN gagal mencapai mayoritas mutlak dan Bardella tetap setia pada kata-katanya, Macron mungkin harus mencari perdana menteri dari sayap kiri, atau dari tempat lain, untuk membentuk pemerintahan teknokratik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense