BREAKING NEWS
 

Pemilu Inggris

Partai Konservatif Keok Parah, Rishi Sunak: Kekalahan Ini Tanggung Jawab Saya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 5 Juli 2024 13:54 WIB
PM Inggris Rishi Sunak (Foto: Reuters via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mengaku bertanggung jawab atas kekalahan bersejarah Partai Konservatif dalam Pemilu 2024.

Pemilu Inggris tahun ini dimenangkan oleh Partai Buruh, yang telah melampaui ambang batas 326 kursi untuk menjadi mayoritas di House of Commons.

Dengan kemenangan telak ini, Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer jelas akan mengambil alih kursi perdana menteri Inggris dari tangan Rishi Sunak.

“Warga Inggris telah menyampaikan keputusan serius. Ada banyak hal yang harus dipelajari. Saya bertanggung jawab atas kekalahan Partai Konservatif,” kata Sunak seperti dikutip BBC, Jumat (5/7/2024).

Berbicara di pusat Kota London, Keir Starmer mengatakan, perubahan di Inggris telah dimulai sekarang. “Jujur, ini sangat menyenangkan,” ujarnya.

Dengan perolehan kursi yang telah melampaui angka 500 dari total 650, Partai Buruh diproyeksikan membentuk pemerintahan berikutnya, dengan mayoritas 166.

Partai Konservatif mengalami hasil terburuk dalam riwayat coblosan di Inggris. Partai yang juga dikenal dengan sebutan Partai Tory ini kehilangan lebih dari 170 kursi, dan diprediksi hanya menyisakan 136 anggota parlemen.

14 Tahun Jadi Oposan

Di hadapan para pendukung Partai Buruh yang bersuka cita, Starmer mengatakan, Inggris kini terbangun dengan "sinar matahari harapan".

Baca juga : Peluru Ditangkis Rantai Kalung, Nyawa Selamat

Partai Buruh menatap masa depan yang cerah, setelah 14 tahun jadi oposan.

"Sekarang kita bisa melihat ke depan, kita sedang berjalan ke pagi hari," ujar Starmer.

Pemimpin Reformasi Inggris Nigel Farage yang memenangkan kursi di Parlemen pada upaya kedelapannya di Clacton menuturkan, ini hanyalah langkah pertama dari sesuatu yang akan mengejutkan seluruh rakyat Inggris.

Saat ini, Partai Reformasi memiliki empat anggota parlemen - termasuk ketua Richard Tice dan mantan Tory Lee Anderson -.

Partai Reformasi menempati posisi kedua di banyak negara bagian, menyerap sebagian besar suara dari Partai Konservatif.

Partai Nasional Skotlandia diprediksi hanya mampu meraih delapan kursi parlemen, mengingat Partai Buruh mendominasi wilayah Skotlandia.

Total 18 menteri Tory dipastikan kehilangan kursi, termasuk Menteri Pertahanan Grant Shapps, Pemimpin Commons Penny Mordaunt dan mantan Menteri Jacob-Rees Mogg.

Adsense

Sementara Demokrat Liberal mendapat berkah dari runtuhnya dukungan Tory, dan sejauh ini mendapat 64 anggota parlemen. Ini adalah hasil terbaik dalam sejarah mereka.

Baca juga : Pesta Gol Ke Gawang Chelsea, Arsenal Ke Puncak Lagi

Demokrat Liberal mencetak gol besar di area tradisional Tory, termasuk kemenangan di Witney, kursi lama mantan PM David Cameron.

Pemimpin Demokrat Liberal Ed Davey merayakan kemenangan partainya dengan menari dan bernyanyi dengan para pendukung di pusat kota London.

Mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn telah mengalahkan partai lamanya, untuk mempertahankan kursi Islington North sebagai wakil independen.

Namun mantan anggota parlemen Partai Buruh George Galloway, gagal mempertahankan kursi Rochdale yang dimenangkannya di pemilihan sela pada Februari, kalah dari Paul Waugh dari Partai Buruh.

Carla Denyer, dari Partai Hijau Inggris dan Wales, sukses mengalahkan Partai Buruh di Bristol Central. Sedangkan co leader-nya Adrian Ramsay mengalahkan Konservatif di Waveney Valley.

Armageddon Pemilu

Penny Mordaunt, yang kalah dari Partai Buruh hanya dengan 780 suara, diperkirakan akan melakukan upaya lain untuk menjadi pemimpin Tory pasca pemilu.

Mordaunt mengatakan, partainya keok karena "gagal menghormati kepercayaan internal".

Pesan ini digaungkan oleh Sekretaris Irlandia Utara Chris Heaton-Harris.

Baca juga : Ini Cara Kreatif KKP Gandeng Masyarakat Kurangi Sampah Di Laut

"Kita harus berkumpul kembali dan terhubung kembali, dengan menjadi Partai Konservatif yang bersatu," tegasnya.

Partai Konservatif telah kehilangan kursi yang mereka pegang sejak abad ke-19 atau awal abad ke-20, di seluruh wilayah shire Inggris.

Kepada BBC, mantan Jaksa Agung Robert Buckland yang menjadi anggota parlemen Tory pertama yang kehilangan kursi saat hasil mulai bergulir mengatakan, partainya menghadapi "Armageddon pemilihan",

Buckland mengecam rekan-rekannya seperti mantan Menteri Dalam Negeri Suella Braverman, atas apa yang disebutnya perilaku "sangat tidak profesional dan tidak disiplin" dalam gelaran kampanye.

"Saya muak dengan agenda pribadi dan berebut posisi," cetusnya.

Buckland mengingatkan, kontes kepemimpinan Tory mendatang akan menjadi seperti sekelompok pria botak yang berdebat tentang sisir.

First Minister John Swinney mengingatkan, jajak pendapat menunjukkan, sekitar setengah populasi di Skotlandia ingin negaranya merdeka.

"Itu tidak termanifestasi dalam hasil pemilihan malam ini. Itu adalah sesuatu yang harus kita lihat dengan sangat hati-hati sebagai sebuah partai. Kita harus serius memikirkan untuk memperbaiki situasi itu," paparnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense