RM.id Rakyat Merdeka - Pasca kemenangan Partai Buruh dalam Pemilu, Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer langsung gerak cepat alias gercep membentuk kabinet. Menariknya, Starmer menunjuk kaum hawa untuk posisi menteri senior.
Dari 25 posisi menteri utama di kabinetnya, Starmer mengisinya dengan 11 perempuan. Yaitu Angela Rayner sebagai Wakil PM, Rachel Reeves sebagai Menteri Keuangan, Yvette Cooper sebagai Menteri Dalam Negeri, Shabba Mahmood sebagai Menteri Jukum, dan Sue Gray sebagai Penasihat Negara.
Baca juga : KPK Bantu Tindak Wajib Pajak Nakal
Kemudian, Bridget Phillipson sebagai Menteri Pendidikan, Liz Kendall sebagai Menteri Pekerja dan Pensiun, Louise Haigh sebagai Menteri Transportasi, Lisa Nandy sebagai Menteri Budaya, Media dan Olahraga, Lucy Powell sebagai Ketua House of Commons (Majelis Rendah), serta Angela Smith sebagai pemimpin House of Lords (Majelis Tinggi).
Untuk posisi Menteri Luar Negeri, Starmer menunjuk David Lammy. Dia adalah teman Presiden ke-44 AS Barack Obama.
Baca juga : Nikah Sebatas Peran Nikah Peran
“Saya berjanji akan memulai perubahan positif untuk Inggris,” ujar Starmer kepada BBC, Sabtu (6/7/2024).
Meski memiliki rekor dengan perwakilan perempuan terbanyak, namun kabinet Starmer punya persentase lebih sedikit dari sisi keterwakilan etnis minoritas.
Prioritas Kebijakan
Baca juga : 500 Juta Orang Terancam Kelaparan
Salah satu keputusan besar yang diambil kabinet Starmer, yakni menghentikan skema Rwanda. Skema Rwanda adalah rencana pemerintahan Konservatif yang berencana mengirimkan pencari suaka ke Rwanda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.