Dark/Light Mode
Tak Kalah Canggih Dibandingkan Luar Negeri
Sukses Operasi Prabowo Buktikan RS RI Berkualitas
RM.id Rakyat Merdeka - Fasilitas kesehatan dalam negeri ternyata tak kalah canggih dibandingnegara lain. Terbukti, presiden terpilih Prabowo Subianto melakukan operasi kaki di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Bintaro, Jakarta Selatan.
Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Kapusrehab Kemhan) Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi mengatakan, Prabowo sendiri yang meminta tindakan operasi pada kakinya dilakukan di dalam negeri, bukan di luar negeri.
“Dipilihnya RSPPN atas keinginan Prabowo Subianto. Beliaulah yang memilih RSPPN ini,” kata Daniel di sela-sela syukuran peringatan HUT ke-56 Pusrehab Kemhan, di lapangan Mako Pusrehab Kemhan, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).
Menurut dia, keinginan Ketua Umum Partai Gerindra itu tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tim dokter RSPPN.
Hasilnya, tim dokter RSPPN mampu untuk menyelesaikan proses operasi kaki Prabowo Subianto yang sudah mengalami cedera sejak tahun 1980-an.
“Kita anak bangsa harus mampu menjawab tantangan yang ada pada perkembangan dunia pada saat ini. Nyatanya bisa,” tegasnya.
Baca juga : Kader Kabah Masih Terus Gigih Berjuang
Daniel menilai, pasca operasi kini kondisi Prabowo Subianto makin membaik. Hal ini terlihat saat Prabowo menghadiri perayaan Hari Bhayangkara ke-78 beberapa waktu lalu.
“Itu yang juga bisa kita lihat. Jadi, secara tim kita mampu memberikan pelayanan terbaik dengan tantangan cukup besar,” ungkap Daniel.
Tim medis yang menangani langsung tindakan bedah Prabowo Subianto, Kolonel dr. Sunaryo Kusumo memastikan, kondisi Prabowo saat ini jauh membaik.
Prabowo sudah bisa jalan tanpa bantuan orang maupun tongkat. Meski begitu, menurutnya, Prabowo tetap harus menjalani tindakan lanjutan, seperti kontrol pasca operasi.
“Pasti ada perawatan (lanjutan) seperti ganti perban dan lain-lain pasti ada,” jelasnya.
Ketua Komisi I DPR Meutya Vida Hafid menilai, pilihan Prabowo melakukan operasi besar di RSPPN Panglima Besar Soedirman dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dalam negeri.
Baca juga : Ombudsman: Kecurangan PPDB Berulang Lagi
Menurutnya, keyakinan Prabowo untuk berobat di rumah sakit Kemhan tersebut merupakan hal yang positif. Apalagi operasi yang dilakukan cukup besar, berisiko dan mempertaruhkan nyawa.
“Saya yakin pilihan Pak Prabowo ini bisa menjadi contoh dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri,” tutur Meutya.
Dia mengatakan, salah satu masalah tingginya minat warga Indonesia berobat ke luar negeri selama ini disebabkan kurangnya kepercayaan terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam negeri.
Untuk itu, politisi Partai Golkar itu mengapresiasi pilihan Prabowo menjalani operasi di rumah sakit domestik dengan ditangani dokter dalam negeri.
“Keyakinan pak Prabowo ini menunjukkan jika rumah sakit di Indonesia juga memiliki teknologi canggih dan tenaga medis yang sama berkualitas dengan tenaga kesehatan di luar negeri,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi mengakui, banyak WNI lebih memilih berobat ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Baca juga : Awasi Peredaran Makanan Yang Mengandung GGL Tinggi
Berdasarkan survei persepsi pasien terhadap rumah sakit di Indonesia, sebanyak 70,53 persen responden menganggap komunikasi sumber daya manusia (SDM), termasuk dokter, kurang baik. Mereka dinilai kurang memiliki empati.
Selain itu, alasan pasien memilih rumah sakit di luar negeri karena kualitas pelayanan yang memuaskan (88,4 persen) dan teknologi medis yang modern (68,9 persen).
Lalu, layanan medis yang lengkap (67,6 persen) dan telah tersedianya penawaran paket wisata yang menarik (66,4 persen).
“Kita bisa menyimpulkan jika wisata kesehatan tidak hanya berkaitan dengan layanan di rumah sakit, tapi juga sarana pendukung lainnya,” katanya.
Untuk diketahui, RSPPN Panglima Besar Soedirman tempat Prabowo dioperasi merupakan rumah sakit militer yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Februari lalu.
Rumah sakit militer terbesar di Indonesia ini memiliki fasilitas ruang rawat inap 1.000 tempat tidur, 11 Ruang Operasi, Ruang Intensive Care Unit ICU, ICCU, RICU, PICU, NICU 90 tempat tidur, dan Instalasi Gawat Darurat 55 tempat tidur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.