RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Prancis Gabriel Attal menyatakan siap menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Emmanuel Macron, pada Senin (8/7/2024) pagi.
Rencana tersebut disampaikan Attal, setelah koalisinya gagal meraih suara mayoritas dalam pemilihan parlemen Minggu (7/7/2024).
Namun, jika pengunduran dirinya ditolak, Attal siap untuk tetap menjabat selama diperlukan. Terutama, untuk mengurus event akbar Olimpiade Paris, yang akan dimulai tiga pekan mendatang.
Baca juga : Bahas Legalitas Kratom Bareng Presiden, Mentan: Harganya Bagus
"Sesuai tradisi republik, saya akan mengajukan pengunduran diri kepada Presiden, besok pagi,” kata Attal, seperti dikutip Le Monde, Minggu (7/7/2024).
Istana Elysée menyebut, Macron akan menunggu sampai parlemen baru terbentuk, sebelum mengambil keputusan penting. Ini berarti, Attal dapat tetap menjabat hingga beberapa pekan mendatang.
“Tentu, saya akan tetap bekerja selama diperlukan," kata Attal.
Baca juga : Hari Lahir Pancasila, Rosan Ajak Masyarakat Menjaga Kerukunan
Di pemilu putaran dua parlemen, koalisi Macron diperkirakan hanya meraih 150 sampai 170 kursi. Turun dari perolehan kursi tahun lalu, yang mencapai 250. Kalah dari aliansi sayap kiri Nouveau Front Populaire.
Koalisi Macron bertengger di tempat kedua, membawahi koalisi sayap kanan Rassemblement National.
"Saya tidak memilih situasi ini, dan saya tidak mau menderita di dalamnya. Malam ini, tidak ada suara mayoritas absolut yang dapat dipimpin oleh ekstrem," tutur Attal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.