BREAKING NEWS
 

Di Roma, Menteri Siti Puji Publikasi FAO Tentang Keadaan Hutan Dunia 2024

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 23 Juli 2024 07:52 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menghadiri pertemuan Committee on Forestry (COFO) ke 27 di Roma, Italia, Senin (22/7).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menghadiri pertemuan Committee on Forestry (COFO) ke 27 di Roma, Italia. 

Pada sesi agenda Item 4  berjudul Keadaan Hutan Dunia 2024: Inovasi sektor kehutanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, Siti memberikan apresiasi atas publikasi baru FAO tentang 'Keadaan Hutan Dunia 2024 dengan tema utama 'Inovasi sektor kehutanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan'. 

"Kami apresiasi kabar baik dalam SOFO yang menunjukkan bahwa ada penurunan deforestasi yang signifikan di beberapa negara. Sebagai contoh, deforestasi diperkirakan telah menurun sebesar 8,4 persen di Indonesia pada tahun 2021-2022," ujar Menteri Siti dalam pernyataannya di depan sesi tersebut, Senin (22/7).

Baca juga : Ketum Gema Santri Nusa Doakan Nikson Naik Kelas Pimpin Sumut Di 2024

Selain penurunan deforestasi, lanjut Siti, FAO juga menyampaikan bahwa laju kehilangan hutan bakau global bruto menurun sebesar 23 persen antara tahun 2000-2010 dan 2010-2020.

"Hal ini merupakan berita yang menggembirakan. Namun, pekerjaan kita bersama masih jauh dari selesai," imbuhnya.

Adsense

Atas berita positif itu, Menteri Siti mengungkapkan, jika Indonesia menegaskan kembali target iklimnya melalui NDC telah disempurnakan pada tahun 2022. 

Baca juga : Teken MoU, Menteri Siti Tingkatkan Kampanye Kebijakan LHK Berkelanjutan

"Pengurangan emisi kami adalah 47,3% pada tahun 2020, 43,8% pada tahun 2021, dan 41,6% pada tahun 2022 dibandingkan dengan baseline tahunan, di sekitar target NDC 43,2% dengan kerja sama internasional dan jauh melebihi target kapasitas nasional 31,89%," jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menyebut jika pendekatan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam dan mengimplementasikan aksi iklim dilakukan secara sistematis dan terintegrasi, yang mencakup 15 klaster aksi iklim di bawah Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030. Rencana ini mengikat secara hukum, bukan hanya komitmen di atas kertas.

Meskipun target NDC Indonesia mencakup sekitar 60% dari sektor FOLU, inisiatif FOLU Net Sink 2030 bukan hanya tentang tujuan iklim. Inisiatif ini juga memprioritaskan perlindungan spesies, seperti orangutan Sumatera, gajah, harimau, badak, orangutan Tapanuli, orangutan Kalimantan, dan badak Jawa, diantara spesies lainnya, untuk memastikan populasi mereka terus berkembang dan terhindar dari kepunahan.

Baca juga : Denny JA Terbitkan Buku Tentang Sains Di Pilpres 2024

"Pengarusutamaan konservasi keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar, perlindungan habitat, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, sangat penting dalam mencapai tujuan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global. Meskipun FOLU Net Sink ditargetkan secara nasional pada tahun 2030, bentang alam utama di Sumatera, Kalimantan, dan Papua telah mencapai tonggak sejarah ini," jelas Siti.

Dalam forum itu, Siti menyampaikan, Indonesia sangat mendukung inovasi yang bertanggung jawab dan inklusif untuk mengoptimalkan solusi berbasis hutan. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan, yaitu FOLU Net Sink 2030, Pengurangan laju deforestasi, Peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Peningkatan program perhutanan sosial dan hutan kemasyarakatan adat, Promosi kawasan konservasi dengan menerapkan Resort Based Management (RBM) dan menerapkan Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART), Meningkatkan tata kelola kehutanan, Meningkatkan ekosistem gambut dan bakau, Memperkenalkan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) dan Melibatkan kaum muda untuk berinvestasi dalam pengelolaan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan.

"Semua inovasi dan program tersebut telah dijelaskan dalam publikasi terbaru kami The State of Indonesia's Forests 2024, yang merupakan versi Indonesia dari SOFO 2024 yang akan diluncurkan pada hari ini, Selasa (23/7)  pukul 8.00 pagi di Syeikh Zayed Conference Room," pungkasnya
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense